Share

Hikmah Beriman kepada Hari Akhir yang Termasuk Rukun Iman

Hantoro, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 330 2712290 hikmah-beriman-kepada-hari-akhir-yang-termasuk-rukun-iman-nkLI8axgtA.jpg Ilustrasi hikmah beriman kepada hari akhir. (Foto: Shutterstock)

HIKMAH beriman kepada hari akhir. Ini merupakan salah satu bagian dari Rukun Iman, dan salah satu dari akidah Islam yang pokok, sebab masalah kebangkitan di negeri akhirat menjadi landasan berdirinya akidah setelah keesaan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Iman kepada segala hal yang terjadi pada hari Akhir dan tanda-tandanya merupakan keimanan terhadap hal ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal. Tidak ada jalan untuk mengetahuinya kecuali dengan nash melalui wahyu.

BACA JUGA:Ini yang Perlu Disiapkan Sebelum Datang Hari Akhir 

Dikarenakan pentingnya hari yang agung ini, bisa didapati dalam Alquran bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala seringkali menghubungkan iman kepada-Nya dengan iman kepada hari akhir. Ini sebagaimana firman Allah Ta'ala:

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Artinya: "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian ..." (QS Al Baqarah (2): 177]

Kemudian juga dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ “

Artinya: "… Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir ..." (QS Ath-Thalaaq (65): 2)

Doktor Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil menjelaskan, kehidupan menurut pandangan Islam bukanlah sekadar kehidupan di dunia yang sangat pendek dan terbatas, bukan pula sebatas umur manusia yang sangat pendek. Sesungguhnya kehidupan menurut pandangan Islam sangatlah panjang, berlanjut sampai tidak ada batasnya.

Tempatnya pun berlanjut menuju tempat yang lain di dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi atau di dalam neraka yang makin luas karena banyaknya generasi yang menghuni bumi selama berabad-abad.

BACA JUGA:Dosa Jariyah pun Bakal Ditampakkan Sang Khalik di Hari Akhir 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

Artinya: "Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya ..." (QS Al Hadiid (57): 21) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ “

Artinya: "(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam, 'Apakah kamu sudah penuh?' Dia menjawab, 'Masih ada tambahan?'." (QS Qaaf (50): 30)

Dilansir laman Almanhaj, dijelaskan bahwa sesungguhnya beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan hari akhir, serta beriman kepada apa yang ada di dalamnya berupa pahala dan siksaan adalah sesuatu yang benar-benar mengarahkan prilaku manusia kepada jalan yang benar.

Tidak ada satu undang-undang pun yang dibuat manusia mampu menjadikan perilaku manusia lurus dan istikamah sebagaimana yang dihasilkan oleh iman kepada hari akhir.

Oleh karena itu, ada perbedaan yang sangat tampak antara prilaku orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan hari akhir, dia mengetahui bahwasanya dunia adalah ladang bagi kehidupan akhirat, juga mengetahui bahwasanya amal shalih adalah bekal hari akhir.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

زَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

"... Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa ..." (QS Al Baqarah (2): 197) 

Juga sebagaimana dikatakan seorang sahabat yang mulia 'Umair bin Humam Radhiyallahu anhu:

رَكْضًا إِلَى اللهِ بِغَـيْرِ زَادٍ إِلاَّ التُّقَى وَعَمَلِ الْـمَعَادِ وَالصَّبْرِ فيِ اللهِ عَلَى الْجِهَادِ وَكُلُّ زَادٍ عُرْضَةُ النَّفَـادِ غَيْـرَ التُّقَى وَالْبِرِِّ وَالرَّشَادِ

"Berlari (menghadap) Allah tanpa bekal, kecuali ketakwaan dan amal untuk hari Akhir. Juga kesabaran dalam berjuang di jalan Allah, dan setiap bekal pasti akan hancur. Kecuali ketakwaan, kebaikan dan petunjuk."

Terdapat perbedaan antara perilaku orang yang keadaannya seperti itu dengan perilaku orang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, hari akhir, serta apa yang ada di dalamnya berupa pahala dan siksaan.

"Maka orang yang membenarkan adanya hari akhir akan beramal dengan melihat timbangan langit bukan dengan timbangan bumi, dan dengan perhitungan akhirat bukan dengan perhitungan dunia."

Dia memiliki perilaku yang istimewa di dalam kehidupannya, bisa disaksikan keistikamahan di dalam dirinya, luasnya pandangan, kuatnya keimanan, keteguhan di dalam segala cobaan, kesabaran di dalam setiap musibah, dengan mengharap pahala dan ganjaran, serta yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah Ta'ala lebih baik dan kekal.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini