Share

Tata Cara Pemberian Nama dalam Islam Sesuai dengan Ajaran Rasulullah

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 616 2712592 tata-cara-pemberian-nama-dalam-islam-sesuai-dengan-ajaran-rasulullah-wf1BorUVBS.jpg Ilustrasi tata cara pemberian nama dalam Islam sesuai dengan ajaran Rasulullah. (Foto: Freepik)

TATA cara pemberian nama dalam Islam sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Nama adalah sebuah doa. Seperti itulah penafsiran dari kebanyakan orang. Itulah mengapa setiap orangtua akan memberikan nama terbaik untuk anaknya karena di dalam nama tersebut terselip doa dari kedua orangtua untuk sang anak.

Memasukkan unsur agama ke dalam nama anak juga dipercaya bisa menjadi doa terbaik untuk si anak. Dalam sebuah hadis disebutkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ

Artinya: "Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian." (HR Abu Dawud dan Al Baihaqi)

Berikut ini tata cara memberikan nama anak dalam Islam, sebagaimana telah Okezone himpun.

BACA JUGA:5 Nama Islami Paling Populer di Dunia, Nomor Pertama Panutan Umat Islam 

BACA JUGA:10 Nama Islami Terinspirasi Asmaul Husna, Mengandung Arti Sangat Indah 

1. Memberikan nama dengan satu suku kata

Terdapat dua nama yang sangat disukai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman. Sebagaimana sudah diterangkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan lain-lain. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla.

"Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang semuanya memiliki nama Abdullah."

"Dan nama anak dari kalangan Anshor yang pertama kali setelah hijrah ke Madinah Nabawiyah adalah Abdullah bin Zubair radhiallahu ‘anhuma." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Memiliki arti atau makna terbaik

Nama seorang anak banyak diambil dari bahasa yang mempunyai makna terbaik. Tentu saja orangtua harus memilih nama yang memiliki arti yang dalam bagi anak tercinta.

3. Memberikan nama-nama penghambaan kepada Allah (Asmaul Husna)

Bisa memberikan nama anak dengan nama-nama penghambaan kepada Allah atau Asmaul Husna, misalnya Abdul Aziz, Abdul Ghoniy. Orang pertama yang menamai anaknya dengan nama demikian adalah sahabat Ibnu Marwan bin Al-Hakim.

Sesungguhnya orang-orang Syi'ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini. Mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anaknya dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh 'Ali bin Abi Thalib adalah Abdurrahman bin Muljam.

4. Memiliki kesan

Secara umum, nama keluarga yang panjang dipasangkan dengan nama pertama yang singkat, begitupula sebaliknya. Ingat, nama merupakan suatu hal yang akan dituliskan pada setiap lembaran kertas sepanjang hidup seseorang.

5. Memberikan nama-nama orang salih

Dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:

أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم).

"Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang salih." (HR Muslim)

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini