Share

7 Macam Puasa Sunnah Lengkap Cara Melaksanakan hingga Keutamaannya

Nurul Amanah, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 330 2713831 7-macam-puasa-sunnah-lengkap-cara-melaksanakan-hingga-keutamaannya-xy0pf1fyaM.jpg Ilustrasi buka puasa sunnah. (Foto: Reuters)

SELAIN puasa wajib yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, dalam Islam juga dikenal beberapa jenis puasa sunnah. Sesuai dengan hukum sunnah, puasa sunnah adalah puasa yang tidak diwajibkan untuk dilakukan bagi umat Islam. Akan tetapi jika puasa tersebut dikerjakan, maka akan mendapat pahala luar biasa besar dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Melaksanakan puasa sunnah dapat menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat yang pada akhirnya akan berujung pada datangnya siksa dari Allah Azza wa Jalla. Selain itu, puasa juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Selama menjalankan puasa, seseorang dilatih dapat menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak diperbolehkan selama menjalankan puasa, serta membantu tubuh untuk menahan hawa nafsu.

Berikut 7 puasa sunnah dan manfaatnya bagi umat manusia, sebagaimana telah Okezone himpun:

BACA JUGA:Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Artinya 

1. Puasa Senin Kamis

Puasa setiap hari Senin dan Kamis menjadi ibadah yang cukup sering dilakukan oleh umat Islam, berpedoman pada dalil berikut:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR An-Nasa'i)

Selain itu dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda, "Hari itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan di mana aku dijadikan Rasul dan diturunkannya padaku wahyu." (HR Muslim) 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

2. Puasa Daud

Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan secara selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka (tidak berpuasa). Dari Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) Puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku berkata, sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu." (HR Bukhari nomor 1840)

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda, "Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari." (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun manfaat Puasa Daud adalah terhindar dari perbuatan maksiat, mendapat ketenteraman jiwa, pintu datangnya rezeki, dijadikan hamba Allah yang selalu bersyukur, dapat menahan emosi.

BACA JUGA:Bacaan Doa Berbuka Puasa Lengkap Arti hingga Keutamaannya 

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah dikerjakan pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Tiada amal yang salih yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih disukai daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah)." (HR Bukhari)

Keutamaan puasa Arafah adalah menghapuskan dosa selama dua tahun yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan. Sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

"Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab: Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya." (HR Muslim)

Kemudian puasa Arafah juga dapat membebaskan umat dari siksa api neraka, sebagaimana pernyataan sebagian besar ulama yang menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kebebasan dari siksa api neraka di hari Arafah bukan hanya bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, melainkan juga terhadap kaum muslimin yang sedang tidak berhaji. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan secara berurutan atau juga bisa secara terpisah selama enam hari di bulan Syawal.

Akan lebih baik dilakukan secara berurutan sesuai dengan fatwa Ibnu Utsaimin dalam kitab "Ad-Da'wah", 1:52-53. Ia menyatakan, "Mengerjakan berurutan lebih utama karena menunjukkan sikap bersegera dalam melaksanakan kebaikan, dan tidak menunda-nunda amal yang bisa menyebabkan tidak jadi beramal."

5. Puasa Sya'ban 

Puasa Sya'ban dilakukan satu atau dua hari sebelum Sya'ban. Namun, jika hari itu bertepatan dengan hari Senin atau Kamis.

Tidak diperkenankan puasa di hari-hari terakhir Sya'ban ini untuk menjaga agar tidak mendahului puasa Ramadhan.

Manfaat puasa Sya'ban adalah diharamkan tubuhnya dari api neraka, mendapat pahala 70 nabi dan layaknya beribadah 70 tahun, diampuni dosa-dosanya.

6. Puasa Tasu’a 

Puasa Tasu'a dikerjakan pada tanggal 9 Muharam. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang dilakukan pada keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharram. Kenapa harus begitu? Karena di hari yang sama yaitu tanggal 10 Muharram orang-orang Yahudi juga melakukan puasa.

Jadi melakukan puasa ditanggal 9 Muharram untuk mengiringi puasa keesokan harinya akan dapat membedakan dengan puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sedang melaksanakan puasa Asyura, dan beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu juga, ada beberapa sahabat yang berkata yang artinya:

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani." Lalu Rasulullah menjawab, "Jika datang tahun depan, insya Allah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram)."

Ibnu Abbas melanjutkan, "Namun belum sampai menjumpai Muharam tahun depan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat." (HR Muslim nomor 1916)

7. Puasa Asyura 

Puasa Asyura dilaksanakan pada keesokan hari setelah melakukan puasa sunnah Tasu’a. Imam As-Syafii dan pengikut madzhabnya, Imam Ahmad, Ishaq bin Rahuyah, dan ulama lainnya mengatakan bahwa dianjurkan menjalankan puasa di hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram secara berurutan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama sholat sesudah sholat fardhu ialah sholat malam." (HR Muslim nomor 1163)

Dari Abu Qatadah Al Anshari radhiallahu Anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab: Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu." (HR Muslim nomor 1162)

Kesimpulannya, puasa yang dilakukan di tanggal 10 Muharram adalah puasa sunnah yang terbaik dan terutama setelah menjalankan puasa Ramadhan, dan keutamaannya adalah Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengampuni semua dosa setahun yang lalu.

Hal yang dimaksud dengan semua dosa di sini adalah dosa-dosa yang kecil, sedangkan dosa-dosa besar tidak akan diampuni oleh Allah Ta'ala kecuali dengan tobat dan rahmat dari Allah.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini