Share

Hari Guru Nasional, Ini 7 Adab Murid kepada Guru Menurut Ajaran Islam

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 330 2714515 hari-guru-nasional-ini-7-adab-murid-kepada-guru-menurut-ajaran-islam-TuRzJbwYQ8.jpg Ilustrasi adab-adab murid kepada guru menurut ajaran Islam. (Foto: Okezone)

HARI Guru Nasional diperingati setiap 25 November. Publik Tanah Air pun memperingatinya dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah memberikan selamat serta doa penuh kebaikan.

Dalam ajaran Islam, banyak hal diajarkan terkait adab-adab murid kepada guru, khususnya para pengajar agama. Hal ini sebagaimana perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Beliau bersabda:

ู„ูŠุณ ู…ู†ุง ู…ู† ู„ู… ูŠุฌู„ ูƒุจูŠุฑู†ุง ูˆ ูŠุฑุญู… ุตุบูŠุฑู†ุง ูˆ ูŠุนุฑู ู„ุนุงู„ู…ู†ุง ุญู‚ู‡

"Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama." (HR Ahmad dan dishahihkan Syekh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami)

Berikut ini adab-adab murid kepada guru menurut ajaran Islam, sebagaimana dijelaskan Ustadz Muhammad Halid Syar'i dalam Muslim.or.id:

BACA JUGA:20 Ucapan Selamat Hari Guru Islami, Penuh Doa Kebaikanย 

1. Menghormati guruย 

Para ulama telah memberikan contoh dalam penghormatan kepada guru. Sahabat Abu Saโ€™id Al-Khudri Radhiallahu โ€˜anhu berkata:

ูƒู†ุง ุฌู„ูˆุณุงู‹ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅุฐ ุฎุฑุฌ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูุฌู„ุณ ุฅู„ูŠู†ุง ููƒุฃู† ุนู„ู‰ ุฑุคูˆุณู†ุง ุงู„ุทูŠุฑ ู„ุง ูŠุชูƒู„ู… ุฃุญุฏ ู…ู†ุง

"Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara." (HR Bukhari)

Ibnu Abbas seorang sahabat yang โ€˜alim, mufasir Quran umat ini, seorang dari Ahli Bait Nabi pernah menuntun tali kendaraan Zaid bin Tsabit al-Anshari radhiallahu anhu dan berkata:

ู‡ูƒุฐุง ุฃู…ุฑู†ุง ุฃู† ู†ูุนู„ ุจุนู„ู…ุงุฆู†ุง

"Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan para ulama kami."

Berkata Abdurahman bin Harmalah Al Aslami:

ู…ุง ูƒุงู† ุฅู†ุณุงู† ูŠุฌุชุฑุฆ ุนู„ู‰ ุณุนูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ูŠุณุฃู„ู‡ ุนู† ุดูŠุก ุญุชู‰ ูŠุณุชุฃุฐู†ู‡ ูƒู…ุง ูŠุณุชุฃุฐู† ุงู„ุฃู…ูŠุฑ

"Tidaklah sesorang berani bertanya kepada Said bin Musayyib, sampai dia meminta izin, layaknya meminta izin kepada seorang raja."

Ar-Rabiโ€™ bin Sulaiman berkata:

ู…ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงุฌู’ุชูŽุฑูŽุฃู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽุจูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ู‡ูŽูŠู’ุจูŽุฉู‹ ู„ูŽู‡ู

"Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi'i melihatku karena segan kepadanya."

Diriwayatkan oleh Al Imam Baihaqi, Umar bin Khattab mengatakan:

ุชูˆุงุถุนูˆุง ู„ู…ู† ุชุนู„ู…ูˆู† ู…ู†ู‡

"Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian."

Al Imam As Syafiโ€™i berkata:

ูƒู†ุช ุฃุตูุญ ุงู„ูˆุฑู‚ุฉ ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ู…ุงู„ูƒ ุตูุญู‹ุง ุฑููŠู‚ู‹ุง ู‡ูŠุจุฉ ู„ู‡ ู„ุฆู„ุง ูŠุณู…ุน ูˆู‚ุนู‡ุง

"Dulu aku membolak-balikkan kertas di depan Malik dengan sangat lembut karena segan padanya dan supaya dia tak mendengarnya."

Abu โ€˜Ubaid Al Qosim bin Salam berkata, "Aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุตูŽุจูŽุฑููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

"Kalau sekiranya mereka sabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya." (QS Al Hujurat: 5)

Sungguh mulia akhlak mereka para ulama kaum muslimin, tidaklah heran mengapa mereka menjadi ulama besar di umat ini, sungguh keberkahan ilmu mereka buah dari akhlak mulia terhadap para gurunya.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 25 November 2022M/1 Jumadil Awal 1444Hย 

2. Adab duduk bersama guru

Syekh Bakr Abu Zaid rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm mengatakan, "Pakailah adab yang terbaik pada saat kau duduk bersama syekhmu, pakailah cara yang baik dalam bertanya dan mendengarkannya."

Syaikh Utsaimin mengomentari perkataan ini, "Duduklah dengan duduk yang beradab, tidak membentangkan kaki, juga tidak bersandar, apalagi saat berada di dalam majelis."

Ibnul Jamaah mengatakan, "Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu', mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya."ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Adab berbicara bersama guru

Berbicara dengan seseorang yang telah mengajarkan kebaikan haruslah lebih baik dibandingkan jika berbicara kepada orang lain. Imam Abu Hanifah pun jika berada depan Imam Malik ia layaknya seorang anak di hadapan ayahnya.

Para Sahabat Nabi shallahu โ€˜alaihi wa sallam, muridnya Rasulullah, tidak pernah didapati mereka beradab buruk kepada gurunya tersebut. Mereka tidak pernah memotong ucapannya atau mengeraskan suara di hadapannya.

Bahkan Umar bin Khattab yang terkenal keras wataknya tidak pernah mengeraskan suaranya di depan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Bahkan dalam beberapa riwayat, Rasulullah sampai kesulitan mendengar suara Umar jika berbicara.

Di hadits Abi Said al Khudry radhiallahu โ€˜anhu juga menjelaskan:

ูƒู†ุง ุฌู„ูˆุณุงู‹ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅุฐ ุฎุฑุฌ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูุฌู„ุณ ุฅู„ูŠู†ุง ููƒุฃู† ุนู„ู‰ ุฑุคูˆุณู†ุง ุงู„ุทูŠุฑ ู„ุง ูŠุชูƒู„ู… ุฃุญุฏ ู…ู†ุง

"Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara." (HR Bukhari)

4. Adab bertanya kepada guruย 

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman:

ููŽุณู’ุฆูŽู„ููˆุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ู„ุงูŽุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS An-Nahl: 43)

Bertanyalah kepada para ulama, begitulah pesan Allah Subhanahu wa ta'ala di ayat ini. Dengan bertanya maka akan terobati kebodohan, hilang kerancuan, serta mendapat keilmuan.

Tidak diragukan bahwa bertanya juga mempunyai adab di dalam Islam. Para ulama telah menjelaskan tentang adab bertanya ini.

Mereka mengajarkan bahwa pertanyaan harus disampaikan dengan tenang, penuh kelembutan, jelas, singkat dan padat, juga tidak menanyakan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.

Di dalam Alquran terdapat kisah adab yang baik seorang murid terhadap gurunya, kisah Nabi Musa dan Khidir Alaihissallam. Saat Nabi Musa meminta Khidir untuk mengajarkannya ilmu:

ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนูŽ ู…ูŽุนููŠูŽ ุตูŽุจู’ุฑุงู‹

"Khidir menjawab, 'Sungguh, engkau (Musa) tidak akan sanggup sabar bersamaku'." (QS Al Kahfi: 67)

Nabi Musa Alaihissallam, Kaliimullah dengan segenap ketinggian maqomnya di hadapan Allah Ta'ala, tidak diizinkan mengambil ilmu dari Nabi Khidir, sampai akhirnya percakapan berlangsung dan membuahkan hasil dengan sebuah syarat dari Nabi Khidir.

ููŽู„ุง ุชูŽุณู’ุฃูŽู„ู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูุญู’ุฏูุซูŽ ู„ูŽูƒูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฐููƒู’ุฑุงู‹

"Khidir berkata, 'Jika engkau mengikuti maka janganlah engkau menanyakanku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya'." (QS Al Kahfi: 70)

Jangan bertanya sampai diizinkan, itulah syarat Nabi Khidir kepada Musa Alaihissallam. Maka jika seorang guru tidak mengizinkannya untuk bertanya maka jangalah bertanya, tunggulah sampai ia mengizinkan bertanya.

Kemudian, doakanlah guru setelah bertanya seperti ucapan, "Barakallahu fiik", atau "Jazakallahu khoiron" dan lain-lain. Banyak dari kalangan ulama berkata:

ู…ุง ุตู„ูŠุช ุฅู„ุง ูˆุฏุนูŠุช ู„ูˆุงู„ุฏูŠ ูˆู„ู…ุดุงูŠุฎูŠ ุฌู…ูŠุนุงู‹

"Tidaklah aku mengerjakan sholat kecuali aku pasti mendoakan kedua orangtuaku dan guru-guruku semuanya."ย 

5. Adab menyimak pelajaran

Agama Islam mengajarkan adab menyimak pelajaran dari guru. Diketahui kisah Nabi Musa Alaihissallam yang berjanji tidak mengatakan apa-apa selama belum diizinkan. Juga para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang diam ketika Rasulullah berada di tengah mereka.

Bahkan diriwayatkan Yahya bin Yahya Al Laitsi tak beranjak dari tempat duduknya saat para temannya keluar melihat rombongan gajah yang lewat di tengah pelajaran. Yahya mengetahui tujuannya duduk di sebuah majelis adalah mendengarkan apa yang dibicarakan gurunya, bukan yang lain.

6. Mendoakan guru

Banyak dari kalangan ulama salaf berkata:

ู…ุง ุตู„ูŠุช ุฅู„ุง ูˆุฏุนูŠุช ู„ูˆุงู„ุฏูŠ ูˆู„ู…ุดุงูŠุฎูŠ ุฌู…ูŠุนุงู‹

"Tidaklah aku mengerjakan sholat kecuali aku pasti mendoakan kedua orangtuaku dan guru-guruku semuanya."

7. Sabar menyikapi kesalahan guruย 

Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ูƒู„ ุงุจู† ุขุฏู… ุฎุทุงุก ูˆ ุฎูŠุฑ ุงู„ุฎุทุงุฆูŠู† ุงู„ุชูˆุงุจูˆู†

"Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan yang terbaik dari mereka adalah yang suka bertobat." (HR Ahmad)

Para guru bukan malaikat, mereka tetap berbuat kesalahan. Jangan juga mencari cari kesalahannya, ingatlah firman Allah Subhanahu wa ta'ala berikut ini:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจ ุจู‘ูŽุนู’ุถููƒูู… ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู† ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู

"Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS Al Hujurat: 12)

Allah Subhanahu wa ta'ala melarang mencari kesalahan orang lain dan menggibahnya, larangan ini umum tidak boleh mencari kesalahan siapa pun. Doakan para guru jika terdapat kesalahan.

Hal ini sebagaimana dilakukan para ulama salaf. Mereka berdoa:

ุงู„ู„ู‡ู… ุงุณุชุฑ ุนูŠุจ ุดูŠุฎูŠ ุนู†ูŠ ูˆู„ุง ุชุฐู‡ุจ ุจุฑูƒุฉ ุนู„ู…ู‡ ู…ู†ูŠ

"Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmunya dariku."

Wallahu a'lam bisshawab.ย 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini