Share

Doa Mandi Wajib Puasa Ramadhan Beserta Tata Caranya Sesuai Sunnah

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 618 2719258 doa-mandi-wajib-puasa-ramadhan-beserta-tata-caranya-sesuai-sunnah-1f62uS6ti2.jpg Ilustrasi doa mandi wajib puasa Ramadhan. (Foto: Shutterstock)

DOA mandi wajib puasa Ramadhan sangat penting diketahui setiap Muslim. Pada dasarnya doa yang perlu dilakukan adalah niat hendak mandi wajib yang cukup diungkapkan dalam hati. Pasalnya, niat ini menjadi syarat sahnya mandi wajib.

Dikutip dari Muslim.or.id, para ulama mengatakan bahwa di antara fungsi niat adalah untuk membedakan manakah yang menjadi kebiasaan dan manakah ibadah.

Dalam hal mandi wajib tentu saja mesti dibedakan dengan mandi biasa. Pembedanya adalah niat. Dalam hadits dari 'Umar bin Khattab, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุงุชู

"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya." (HR Bukhari nomor 1 dan Muslim: 1907)

BACA JUGA:4 Kondisi yang Mengharuskan Seorang Muslim Mandi Wajibย ย 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

BACA JUGA:Viral Istri Lupa Mandi Wajib tapi Sholat Subuh, Suami Ingatkan saat Sudah Tahiyat Akhirย 

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Berikut ini tata cara mandi wajib sebagaimana sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam:

Pertama: Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan, "Boleh jadi tujuan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di sini adalah untuk membersihkan tangan dari kotoran. Juga boleh jadi tujuannya adalah karena mandi tersebut dilakukan setelah bangun tidur." (Lihat kitab Fathul Bari, 1/360)

Kedua: Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.

Ketiga: Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, "Disunnahkan bagi orang yang beristinja' (membersihkan kotoran) dengan air, ketika selesai, hendaklah ia mencuci tangannya dengan debu atau semacam sabun, atau hendaklah ia menggosokkan tangannya ke tanah atau tembok untuk menghilangkan kotoran yang ada." (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An-Nawawi, 3/231, Dar Ihya' At-Turots Al 'Arobi, 1392)

Keempat: Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak sholat.

Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan, "Adapun mendahulukan mencuci anggota wudhu ketika mandi itu tidaklah wajib. Cukup dengan seseorang mengguyur badan ke seluruh badan tanpa didahului dengan berwudhu, maka itu sudah disebut mandi (al ghuslu)." (Ad-Daroril Mudhiyah Syarh Ad-Duroril Bahiyyah, Muhammad bin 'Ali Asy-Syaukani, halaman 61, Darul 'Aqidah, terbitan tahun 1425 Hijriah)ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Kelima: Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga pangkal rambut.

Keenam: Memulai mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri.

Ketujuh: Menyela-nyela rambut.

Dalam hadits 'Aisyah radhiyallahu โ€˜anha disebutkan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุฅูุฐูŽุง ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู ุบูŽุณูŽู„ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ูˆูุถููˆุกูŽู‡ู ู„ูู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุซูู…ูŽู‘ ุงุบู’ุชูŽุณูŽู„ูŽ ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูุฎูŽู„ูู‘ู„ู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุดูŽุนูŽุฑูŽู‡ู ุŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุธูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ูˆูŽู‰ ุจูŽุดูŽุฑูŽุชูŽู‡ู ุŒ ุฃูŽููŽุงุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุบูŽุณูŽู„ูŽ ุณูŽุงุฆูุฑูŽ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู

"Jika Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam mandi junub, beliau mencuci tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat. Kemudian beliau mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya, beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu beliau membasuh badan lainnya." (HR Bukhari nomor 272)

Juga 'Aisyah radhiyallahu โ€˜anha mengatakan:

ูƒูู†ูŽู‘ุง ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู†ูŽุง ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉูŒ ุŒ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽุชู’ ุจููŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ูŽุง ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุชูŽุฃู’ุฎูุฐู ุจููŠูŽุฏูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูู‚ูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฃูŽูŠู’ู…ูŽู†ู ุŒ ูˆูŽุจููŠูŽุฏูู‡ูŽุง ุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูู‚ูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฃูŽูŠู’ุณูŽุฑู

"Jika salah seorang dari kami mengalami junub, maka ia mengambil air dengan kedua tangannya dan disiramkan ke atas kepala, lalu mengambil air dengan tangannya dan disiramkan ke bagian tubuh sebelah kanan, lalu kembali mengambil air dengan tangannya yang lain dan menyiramkannya ke bagian tubuh sebelah kiri." (HR Bukhari nomor 277)

Kedelapan: Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.

Dalilnya adalah hadits 'Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูŠูุนู’ุฌูุจูู‡ู ุงู„ุชูŽู‘ูŠูŽู…ูู‘ู†ู ููู‰ ุชูŽู†ูŽุนูู‘ู„ูู‡ู ูˆูŽุชูŽุฑูŽุฌูู‘ู„ูู‡ู ูˆูŽุทูู‡ููˆุฑูู‡ู ูˆูŽููู‰ ุดูŽุฃู’ู†ูู‡ู ูƒูู„ูู‘ู‡ู

"Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika bersisir, ketika bersuci, dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Bukhari nomor 168 dan Muslim: 268)

Mengguyur air ke seluruh tubuh di sini cukup sekali saja sebagaimana zhohir (tekstual) hadits yang membicarakan tentang mandi. Inilah salah satu pendapat dari madzhab Imam Ahmad dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (Al Ikhtiyaarot Al Fiqhiyah li Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, 'Alauddin Abul Hasan 'Ali bin Muhammad Al Ba'li Ad-Dimasyqi Al Hambali, halaman 14, Mawqi' Misykatul Islamiyah)

Wallahu a'lam bisshawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini