Share

Mengenal 3 Macam Najis Menurut Islam Beserta Cara Membersihkannya

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 18 Desember 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 18 330 2729319 mengenal-3-macam-najis-menurut-islam-beserta-cara-membersihkannya-RibLb7UJTL.jpg Ilustrasi macam-macam najis menurut Islam dan cara membersihkannya. (Foto: Shutterstock)

MARI mengenal 3 macam najis menurut Islam. Secara umum najis merupakan sesuatu yang dianggap kotor meskipun suci. Dalam ajaran agama Islam, najis dianggap kotor, menjadikan tidak sah ibadah sholatnya.

Najis sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni najis mukhaffafah, najis mutawassithah, dan najis mughalladhah. Dari setiap jenis memiliki ketentuan masing-masing dalam bagaimana cara menghilangkannya.

BACA JUGA:Hukum Sholat dengan Pakaian Kotor dan Kena Najis di Lokasi Bencana Alam 

Buya Yahya. (Foto: YouTube Buya Yahya)

BACA JUGA:5 Jenis Najis yang Dimaafkan dalam Islam, Ada Darah hingga Muntah 

1. Najis mukhaffah

Najis ini seperti air kencing bayi laki-laki belum makan dan minum, selain ASI, dan belum berumur dua tahun. Dapat disucikan dengan cara memercikkan air ke tempat yang terkena najis.

"Tapi ringan dalam arti cara menyucikannnya, dengan memercikkan air," ujar Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya dalam Kanal YouTube Al-Bahjah TV. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

2. Najis mutawassithah

Najis ini dapat disucikan dengan cara menghilangkan lebih dahulu najis ‘ainiyah-nya. Setelah tidak ada lagi warna, bau, dan rasa najis tersebut baru kemudian menyiram tempatnya dengan air yang suci serta menyucikan.

Dilansir nu.or.id, contoh kasus bila seorang anak buang air besar di lantai ruang tamu, maka langkah pertama menyucikannya adalah dengan membuang lebih dahulu kotoran yang ada di lantai. Ini berarti najis ‘ainiyahnya sudah tidak ada dan tersisa adalah najis hukmiyah.

Setelah yakin bahwa wujud kotoran itu sudah tidak ada (dengan tidak adanya warna, bau dan rasa serta lantai juga terlihat kering), kemudian menyiramkan air ke lantai terkena najis tersebut. Tindakan menyiramkan air bisa cukup di area najis saja, dan sudah dianggap suci meski air menggenang atau meresap ke dalam.

3. Najis mughalladhah

Najis yang berat dari kotoran anjing dan babi serta keturunannya. Dapat disucikan dengan cara membasuhnya dengan air sebanyak tujuh kali basuhan, di mana salah satunya dicampur dengan debu.

"Tidak pengulangan untuk najis lainnya, kecuali najis ini sebanyak berulang yaitu 7 kali dengan satu kali dicampurkan debu (kering) yang bisa digunakan untuk tayamum," jelas Buya Yahya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini