Share

Kisah Nabi Sam'un yang Tidak Memiliki Pengikut tapi Berperang Penting Turunnya Surat Al Qadr

Nurul Amanah, Jurnalis · Senin 26 Desember 2022 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 26 330 2734372 kisah-nabi-sam-un-yang-tidak-memiliki-pengikut-tapi-berperang-penting-turunnya-surat-al-qadr-5RZLzlgA2J.jpg Ilustrasi kisah Nabi Sam'un Alaihissallam. (Foto: Freepik)

INILAH kisah Nabi Sam'un Alaihissallam yang tidak memiliki pengikut, tapi ilmunya tetap bermanfaat dengan dijadikan teladan. Dalam kitab Muqasyafatul Qulub karya Al Ghazali, dikisahkan pada suatu malam di bulan Ramadhan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berkumpul dengan para sahabat.

Lalu bertanyalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"

BACA JUGA:Kisah Nabi Yusuf Mimpi Melihat 11 Bintang, Matahari, Bulan Sujud Kepadanya 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjawab, "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika di mana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua nabi dan rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satu pun, masuk ke surga, dia adalah Sam'un."

Siapakah Nabi Sam'un? Samson atau Simson dalam bahasa Ibrani merupakan seorang nabi di dalam ajaran Islam yang dikenal dengan nama Sam'un Ghozi Alaihissallam.

Ia mempunyai kekuatan luar biasa yang tidak terkalahkan, namun kelemahannya terletak pada rambutnya. Hidupnya hampir setiap hari dilalui dengan berperang, terlebih dengan pedang ajaib yang selalu dibawa kala bertarung. Senjata ini terbuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal.

BACA JUGA:Kisah Nabi Shaleh dan Mukjizat Unta Betina Besar Membuat Takjub Kaum Tsamud 

Nabi Sam'un Alaihissallam memiliki mukjizat dapat melunakkan besi hingga merobohkan istana. Atas izin Allah Subhanahu wa Ta'ala, Nabi Sam'un memiliki mukjizat lainnya. Ketika ia haus dan lapar, senjata itu disebut bisa mengeluarkan air maupun menumbuhkan daging untuk dimakan.

Dalam kisah para nabi disebutkan, Nabi Sam'un Alaihissallam sanggup beribadah selama 1.000 bulan yang diisi dengan sholat malam dan siangnya berpuasa. Selama 1.000 bulan, ia menjadi pembela agama tauhid yang berperang melawan musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya berbekal tulang rahang unta. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Hubungan Nabi Sam'un dengan Lailatul Qadar

Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selesai menceritakan kisah Nabi Sam'un Ghozi Alaihissallam yang berjuang fisabilillah selama 1.000 bulan, salah satu sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi Alaihissallam."

Atas pernyataan sahabat itu, Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam diam sejenak. Dalam diam tersebut, turunlah wahyu kepada Rasulullah berupa Surat Al Qadr:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

١

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar."

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

٢

"Tahukah kamu apakah Lailatul qadar itu?"

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

٣

"Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

٤

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Dijelaskan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.

Beriman kepada nabi-nabi dan rasul-rasul adalah wajib bagi umat Islam, walaupun di dalam Alquran tidak semua nabi dan rasul disebutkan.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini