Share

Begini Hukum Melayat dan Mendoakan Jenazah Non-Muslim

Hantoro, Jurnalis · Selasa 27 Desember 2022 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 27 330 2734856 begini-hukum-melayat-dan-mendoakan-jenazah-non-muslim-qr16ClV3vL.jpg Ilustrasi hukum melayat dan mendoakan jenazah non-Muslim. (Foto: Okezone)

BEGINI hukum melayat dan mendoakan jenazah non-Muslim. Agama Islam sendiri mengatur hubungan antar-umat manusia, termasuk kepada non-Muslim. Diwajibkan selalu berbuat baik kepada semua orang seperti tetangga, sanak saudara, hingga rekan.

Kemudian bagaimana ketika ada non-Muslim yang dikenal meninggal dunia, apakah boleh melayatnya? Berikut ini penjelasannya.

BACA JUGA:Hukum Hobi Memancing Ikan Menurut Islamย 

Hukum Melayat Jenazah Non-Muslim

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, dalam Fatwa Tarjih ditegaskan bahwa tidak ada larangan bagi seorang Muslim melayat jenazah non-Muslim. Larangan yang ada ialah mensholatkan dan mendoakan jenazah itu di kubur.

Larangan mensholatkan disebutkan dalam Surat At-Taubah Ayat 84. Sedang kebolehan melayat ke kubur bukan mendoakan, didasarkan pada hadits riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa'i.

"Dari sahabat Ali radhiyallahu anhu, ia berkata: 'Aku mengatakan pada Nabi, bahwa pamanmu (Nabi) yang sudah tua dan sesat itu meninggal dunia.' Maka Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda: 'Pergilah engkau menguburkan bapakmu dan jangan berbuat apa-apa (yang sifatnya ibadah) sampai engkau datang padaku lagi.' Maka Ali berkata: 'Aku pun pergi mengkuburkannya kemudian aku datang kembali pada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, yang menyuruh aku mandi dan aku didoakannya'."

BACA JUGA:Hukum Bacaan Surat Al Kafirun Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannyaย 

Dilansir laman Konsultasi Syariah, Ustadz Dr Abdullah Roy menyatakan para ulama telah berselisih pendapat tentang hukum takziah Muslim kepada non-Muslim. Ada yang mengatakan boleh secara mutlak, dan ada yang mengatakan haram. Namun yang kuat wallahu aโ€™lamu: takziyah ahlul kitab adalah boleh dengan syarat-syarat di antaranya:

1. Mereka (non-Muslim) tersebut tidak menganggap bahwa takziah yang Muslim lakukan adalah penghormatan untuk mereka (Fatawa Syeikh Muhammad Al-utsaimin 2/304)

2. Di dalamnya ada mashlahat, seperti mengharapkan keislaman keluarganya atau menghindari gangguan mereka terhadap dirinya atau kaum Muslimin (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 9/132)

3. Tidak mengikuti upacara keagamaan mereka atau mendengarkan ceramah mereka, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฎููˆุถููˆู†ูŽ ูููŠ ุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ููŽุฃูŽุนู’ุฑูุถู’ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎููˆุถููˆุง ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ูŠูู†ู’ุณููŠูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽู„ุง ุชูŽู‚ู’ุนูุฏู’ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑูŽู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ.ุงู„ุฃู†ุนุงู…:68

"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (maka larangan ini), janganlah kamu duduk bersama orang. orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)." (QS 6: 68)ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Hukum Mendoakan Jenazah Non-Muslimย 

Dinukil dari Muslim.or.id, Ustadz dr Raehanul Bahraen M.Sc Sp.PK mengungkapkan, jika ada seorang non-Muslim meninggal apakah boleh Muslim mengucapkan kalimat istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi rajiโ€™un)?

Jawabannya adalah boleh saja, karena inti dari kalimat istirjaโ€™ adalah kita semua milik Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Namun, seorang Muslim tidak boleh mendoakan dengan doa semacam: "Semoga tenang di sisi-Nyaโ€, โ€œSemoga diampuni dan mendapat tempat tertinggiโ€.

Tidak boleh kaum Muslimin mendoakan dengan doa semacam ini, yaitu doa diampuni, doa mendapat ketenangan, dan sebagainya.

Berikut pertanyaan diajukan kepada Syaikh bin Baz rahimahullah:

ุฐุง ู…ุงุช ุฑุฌู„ ุฃูˆ ุงู…ุฑุฃุฉ ูˆู‡ูˆ ูƒุงูุฑุŒ ู‡ู„ ูŠู…ูƒู† ุฃู† ู†ู‚ูˆู„: ุฅู† ู„ู„ู‡ ูˆุฅู†ุง ุฅู„ูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู† ุฃูˆ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒุŒ ูˆู†ู‚ูˆู„ ุฃูŠุถุงู‹: (( ูŠุง ุฃูŠุชู‡ุง ุงู„ู†ูู’ุณ ุงู„ู’ู…ุทู’ู…ุฆู†ุฉ ุงุฑู’ุฌุนูŠ ุฅู„ู‰ ุฑุจูƒ ุฑุงุถูŠุฉ ู…ุฑู’ุถูŠุฉ))[ุงู„ูุฌุฑ:28] ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑู‡ุŸ

"Jika seorang laki-laki atau wanita kafir meninggal, apakah boleh kita ucapkan 'Inna lillahi wa inna ilaihi rajiโ€™un' atau tidak boleh? Apakah boleh kita berkata 'Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan diridhai'?

Beliau menjawab:

ุงู„ูƒุงูุฑ ุฅุฐุง ู…ุงุช ู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ุชู‚ูˆู„: ุฅู†ุง ู„ู„ู‡ ูˆุฅู†ุง ุฅู„ูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†ุŒ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ุŒ ู…ู† ุฃู‚ุฑุจุงุฆูƒุŒ ู„ุง ุจุฃุณุŒ ูƒู„ ุงู„ู†ุงุณ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†ุŒ ูƒู„ ุงู„ู†ุงุณ ู…ู„ูƒ ู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ุŒ ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ุฐุงุŒ ูˆู„ูƒู† ู„ุง ูŠุฏุนู‰ ู„ู‡ุŒ ู…ุง ุฏุงู… ูƒุงูุฑ ู„ุง ูŠุฏุนู‰ ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุงู„: ูŠุง ุฃูŠุชู‡ุง ุงู„ู†ูุณ ุงู„ู…ุทู…ุฆู†ุฉ ุงุฑุฌุนูŠุŒ ู„ุฃู† ุงู„ู†ูุณ ู‡ุฐู‡ ุบูŠุฑ ู…ุทู…ุฆู†ุฉุŒ ู†ูุณ ูุงุฌุฑุฉุŒ ู„ุง ูŠู‚ุงู„ ู„ู‡ุง ู‡ุฐุงุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠู‚ุงู„ ู‡ุฐุง ููŠ ุงู„ู…ุคู…ู†ุŒ ูุงู„ุญุงุตู„ ุฃู† ุงู„ูƒุงูุฑ ุฅุฐุง ู…ุงุช ู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ุชู‚ูˆู„ ุฅู†ุง ู„ู„ู‡ ูˆุฅู†ุง ุฅู„ูŠู‡ ุฑุงุฌุนูˆู†ุŒ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ูƒ ุบูŠุฑูƒ: ุนุธู… ุงู„ู„ู‡ ุฃุฌุฑูƒ ููŠู‡ุŒ ูˆุฃุญุณู† ุนุฒุงุกูƒ ููŠู‡ุŒ ู…ุง ููŠ ุจุฃุณุŒ ู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ู„ูƒ ู…ุตู„ุญุฉ ููŠ ุญูŠุงุชู‡ุŒ ู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ููŠ ุญูŠุงุชู‡ ูŠุญุณู† ุฅู„ูŠูƒุŒ ูŠู†ูุนูƒุŒ ูู„ุง ุจุฃุณุŒ ู„ูƒู† ู„ุง ูŠุฏุนู‰ ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุณุชุบูุฑ ู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชุตุฏู‚ ุนู†ู‡ุŒ ุฅุฐุง ู…ุงุช ูƒุงูุฑุงู‹.

"Seorang kafir jika meninggal, tidak mengapa kita ucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, alhamdulillah, semisal keluargamu, ini tidak mengapa. Manusia kembali kepada Allah dan semuanya milik Allah, tidak mengapa hal seperti ini.

Akan tetapi tidak didoakan, selama ia kafir maka tidak didoakan tidak juga dikatakan: 'Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan diridhai.' Karena jiwa orang kafir tidak tenang, jiwa yang fajirah, perkataan ini dikatakan kepada orang mukmin saja."

Wallahu a'lam bisshawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini