Share

5 Fakta Menarik Jubah Bisht Arab yang Dipakai Lionel Messi, Terungkap Harganya yang Fantastis

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Rabu 28 Desember 2022 05:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 27 617 2735078 5-fakta-menarik-jubah-bisht-arab-yang-dipakai-lionel-messi-terungkap-harganya-yang-fantastis-bVXKSxsH4x.jpg Fakta-fakta menarik jubah bisht Arab yang dipakai Lionel Messi di Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Reuters)

PERAYAAN juara Timnas Argentina di Piala Dunia 2022 menyisakan momen menarik. Salah satunya saat Lionel Messi dipakaikan jubah bisht Arab oleh Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Seperti diketahui, gelar juara Piala Dunia ditandai setelah Timnas Argentina menang pada partai final di Stadion Lusail, Doha, Qatar, pada Ahad 18 Desember 2022 malam WIB.

Argentina mengalahkan Timnas Prancis lewat adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain imbang dengan skor 3-3 hingga 120 menit.

BACA JUGA:Usai Dipakai Lionel Messi, Penjualan Jubah Bisht Arab Melonjak Drastis 

Lionel Messi mencetak dua gol pada menit ke-23 dan 108. Satu gol tambahan dicetak Angel di Maria (32). Sementara tiga gol Timnas Prancis dicetak oleh Kylian Mbappe pada menit 80, 81, dan 118.

Momen menarik itu terjadi beberapa saat setelah Lionel Messi menerima medali emas di atas podium juara. Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia bersama timnya, Emir Qatar memakaikan kain transparan berwarna hitam dengan garis kuning yang menutupi sekujur tubuh Messi. 

Lionel Messi memakai jubah bisht Arab. (Foto: Reuters)

Sang megabintang menerimanya dengan senyuman dan tampak gagah setelahnya. Dia pun tidak sabar mengangkat trofi yang diidamkan sejak kecilnya itu.

Lantas, apa saja fakta menarik tentang jubah bisht Arab? Berikut di antaranya, sebagaimana telah Okezone himpun.

BACA JUGA:Kisah Penjahit Qatar Tidak Menyangka Jubah Bisht Buatannya Dipakai Lionel Messi 

1. Berasal dari bahasa Persia

Dilansir laman Arab News, nama jubah bisht berasal dari bahasa Persia. Bisht pertama kali dibuat dengan dijahit tangan di Persia, kemudian masuk dan terkenal di Tanah Arab ketika para pembuat bisht ini datang ke Arab Saudi untuk ibadah haji ataupun umrah.

2. Awalnya pakaian tradisional pria Arab

Bisht adalah pakaian tradisional atau jubah panjang yang digunakan oleh kaum pria di Arab. Jubah ini dibuat dari bahan dasar benang wol atau sutera berwana krem, putih, coklat, atau hitam.

Awalnya bisht hanya digunakan bangsa Arab pada musim dingin, tapi seiring berkembangnya zaman, kini menjadi pakaian kebesaran yang dikenakan untuk menghadiri acara formal. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

3. Hanya dipakai orang dengan strata sosial menengah ke atas

Makin ke sini penggunaan bisht makin dihormati. Jubah ini bisa menunjukkan strata sosial menengah ke atas di kalangan bangsa Arab. Selain itu, bihst juga biasanya hanya digunakan politikus, tokoh agama, atau pejabat di Jazirah Arab.

Dai muda Ustadz Aan Candra Talib pun menjelaskan sejarah jubah bisht Arab melalui akun Instagram-nya. Ia menyebut bisht atau baju kebesaran biasa dipakai keluarga kerajaan pada acara-acara formal atau sebagai cenderamata tersebut tidak sembarangan.

"Sebenarnya bisht adalah baju tradisional Arab Badui yang hanya dikenakan pada musim dingin. Seiring berkembangnya zaman, bisht menjadi pakaian formal untuk acara-acara seperti resepsi pernikahan, perayaan ied dan pertemuan kenegaraan," jelas dia dalam unggahan di akun Instagram-nya @act_elgharantaly.

Ia melanjutkan, pada kondisi biasa penggunaan bisht berfungsi sebagai penanda status sosial seseorang di tengah masyarakat apakah dia seorang agamawan, negarawan, atau bangsawan.

4. Proses pembuatannya handmade

Bisht biasanya terbuat dari material bahan wool dengan variasi warna-warna dasar seperti putih, beige, krem, coklat, abu-abu, dan hitam.

Motif emas atau zari terbuat dari sutera yang dilapisi emas murni, kadang menggunakan perak atau kombinasi. Pengerjaannya menggunakan tangan alias handmade.

Dalam proses pembuatannya, ada tiga tipe embroidery yang diaplikasikan, yaitu jahitan benang emas, jahitan benang silver, dan jahitan sutra.

Jubah hitam dengan jahitan emas disebutkan menjadi bisht yang paling populer, setelahnya baru jubah dengan jahitan krem dan putih.

Kalangan pria Arab yang lebih muda lebih suka mengenakan bisht berwarna biru, abu-abu, dan marun. Sedangkan generasi yang lebih tua dan berumur lebih favorit memakai bisht hitam, coklat, dan krem.

5. Harganya mencapai miliaran rupiah

Meskipun hadir dengan desain yang sekilas mata terlihat simpel, banderol untuk bisht ini biasanya mulai dari 100 dinar atau sekira Rp5,08 juta hingga 200 ribu dinar atau sekira Rp10,16 miliar.

Bisht handmade termahal biasanya dibuat untuk kalangan tertentu, yakni keluarga kerajaan, politikus, dan kalangan ningrat.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini