Share

Mencela Hujan, Ketahui Hukumnya Menurut Islam

Hantoro, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2022 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 29 330 2736202 dilarang-mencela-hujan-ketahui-hukumnya-menurut-islam-m7MNmZdsOz.jpg Ilustrasi hukum mencela hujan menurut Islam. (Foto: Okezone)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem hingga awal Tahun Baru 2023. Diprediksi hujan akan mengguyur sepanjang hari di wilayah Indonesia.

Adapun terkait potensi cuaca ekstrem, agama Islam mengajarkan larangan umatnya mencela hujan. Pasalnya, hujan membawa banyak keberkahan bagi semua makhluk.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Baca Doa Ini ketika Hujan Turun Terus-menerusย 

Namun ketika hujan turun terus-menerus dan aktivitas dirasa mulai terganggu, ada sebagian manusia yang menghina atau bahkan mencaci-maki hujan. Misalnya mengatakan, "Hujan ini turun terus, membuat manusia menjadi sulit beraktivitas, hujan sialan."

Ada juga yang menunjukkan ucapan atau perbuatan tidak ridha dengan turunnya hujan. Contohnya ucapan, "Yah hujan lagi, hujan lagi, aduh."ย 

ย 

Perlu diketahui bahwa hujan merupakan rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, "Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) โ€ฆ" (QS Al A'raaf: 57)ย 

Ustadz dr Raenul Bahraen dalam unggahan di akun Instagram-nya@raehanul_bahraen menuliskan bahwa Ibnu Katsir menjelaskan maksud rahmat dalam ayat tersebut adalah hujan. Beliau berkata:

ูˆู‚ูˆู„ู‡ : ( ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุฑุญู…ุชู‡ ) ุฃูŠ : ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ู…ุทุฑ.

"Maksud dari 'sebelum datangnya rahmat-Nya' yaitu sebelum datang hujan."

Dikarenakan hujan adalah rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala, tentu umat manusia dilarang mencelanya.

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda, "Janganlah kamu mencaci maki angin."

BACA JUGA:Doa yang Bisa Dibaca agar Banjir Cepat Surutย 

Allah Subhanahu wa ta'ala yang mengatur waktu, cuaca, dan seluruh alam semesta ini. Mencela dan menghina hal tersebut berarti mencela Allah Ta'ala yang telah mengaturnya.

Rasulullah Shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda, "Allah โ€™Azza wa Jalla berfirman: Anak Adam menyakiti-Ku. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang."ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu bagaimana jika hujan turun terus-menerus tanpa henti? Bisa berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala yang mengatur hujan agar hujan dialihkan, yakni dengan doa berikut:

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุญูŽูˆูŽุงู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุงุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุขูƒูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ุธู‘ูุฑูŽุงุจูุŒ ูˆูŽุจูุทููˆู’ู†ู ุงู’ู„ุฃูŽูˆู’ุฏููŠูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ูŽุงุจูุชู ุงู„ุดู‘ูŽุฌูŽุฑู

Allahumma hawaalainaa wa laa โ€˜alainaa, Allahumma โ€˜alal aakaami wadz dzirabi wa buthunil awdiyati wa manabitis syajari.

Artinya: "Ya Allah, Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan."

Bisa juga untuk ringkasnya membaca:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุญูŽูˆูŽุงู„ูŽูŠู’ู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan tidak kepada kami."

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan:

ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุฏุนุงุก ุจุตุฑู ุงู„ู…ุทุฑ ุนู† ุงู„ุฃุจู†ูŠุฉ ูˆุงู„ุฏูˆุฑุŒ ูˆุงู„ุขูƒุงู… ุฌู…ุน ุฃูŽูƒู…ุฉู ุจูุชุญ ุงู„ู‡ู…ุฒุฉุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ุฌุจู„ ุงู„ุตุบูŠุฑ ุฃูˆ ู…ุง ุงุฑุชูุน ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ. ูˆุงู„ุธู‘ูุฑุงุจ ุจูƒุณุฑ ุงู„ุธุงุก ุฌู…ุน ุธุฑุจ ุจูƒุณุฑ ุงู„ุฑุงุกุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฑุงุจูŠุฉ ุงู„ุตุบูŠุฑุฉุŒ ูˆุฃู…ุง ุฐูƒุฑ ุงู„ุฃูˆุฏูŠุฉ ูู„ุฃู†ู‡ุง ูŠุชุฌู…ุน ููŠู‡ุง ุงู„ู…ุงุก ูˆูŠู…ูƒุซ ู…ุฏุฉ ุทูˆูŠู„ุฉ ูŠู†ุชูุน ู…ู†ู‡ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุงู„ุจู‡ุงุฆู….

Artinya: "Maksud hadits ini adalah memalingkan hujan dari bangunan dan pemukiman. Al-Aakaam adalah jamak dari akamah dengan memfathahkan hamzah, yaitu gunung kecil atau apa yang tinggi di bumi (dataran tinggi). Azh-zhiraab maknanya adalah bukit yang kecil. Adapun penyebutan lembah karena di situlah tempat berkumpulnya air dalam waktu yang lama sehingga bisa dimanfaatkan oleh manusia dan binatang ternak."

Allahu a'lam bisshawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini