Share

Cerita Lucu Abu Nawas Menyuruh Raja Jadi Pengemis, Berani Banget!

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Sabtu 07 Januari 2023 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 06 614 2741384 cerita-lucu-abu-nawas-menyuruh-raja-jadi-pengemis-berani-banget-vF9DkiI9zn.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas bisa menyuruh Baginda Raja jadi pengemis. (Foto: Istimewa/Okezone)

MESKI dikenal dengan tingkah konyol dan kadang nyeleneh, ternyata Abu Nawas mempunyai kecerdasan yang membuat orang-orang kagum, termasuk Baginda Raja. Sebagai seorang pemimpin negeri, Baginda Raja seringkali mengundang Abu Nawas untuk memecahkan masalah.

Suatu hari saat Abu Nawas di rumah tiba-tiba datang beberapa prajurit istana menemuinya. "Tuan Abu Nawas, Anda diperintah Baginda Raja untuk menghadap," kata salah satu prajurit, dikutip dari kanal YouTube Juha Official, Sabtu (7/1/2023).

BACA JUGA:Abu Nawas Bisa Tahu Warna Angin, Gubernur Sampai Tertawa Terpingkal-pingkal 

"Bukannya kemarin aku baru saja menghadap Baginda Raja, kenapa disuruh menghadap lagi?" tanya Abu Nawas heran.

"Kami tidak tahu, Tuan Abu Nawas. Silakan nanti Tuan tanyakan sendiri kepada Baginda Raja," jawab prajurit istana.

Singkat cerita datanglah Abu Nawas ke istana menghadap Baginda Raja. "Ampun Paduka yang mulia, ada perlu apalagi Paduka memanggil hamba?" tanya Abu Nawas.

Baginda Raja lalu mengutarakan masalah yang selama ini mengganggunya. "Begini Abu Nawas, aku punya masalah yang cukup serius dan aku butuh bantuanmu," tutur Baginda Raja.

"Memangnya masalah apa yang sedang Paduka hadapi? Kiranya apa yang bisa hamba bantu?" tanya Abu Nawas kembali.

"Tadi pagi aku mendapat laporan Abu Nawas ada saudagar kaya yang kikir, jangankan untuk bersedekah, membayar zakat saja dia menolak," kata Baginda Raja menjelaskan.

"Paduka ini kan seorang raja, panggil saja dia ke istana dan suruh membayar zakat. Kalau dia menolak, masukkan saja ke penjara, pasti dia akan ketakutan," ucap Abu Nawas menyarankan.

"Sebenarnya bisa saja aku berbuat demikian, tapi apakah ada cara yang lebih baik dan lebih bijak supaya dia bisa sadar tanpa harus ada paksaan. Aku yakin dia sebenarnya orang baik karena sebelum menjadi saudagar kaya, dia rajin sedekah dan membayar zakat tepat pada waktunya," ujar Baginda Raja.

"Baiklah Paduka, sebenarnya ini masalah mudah Paduka, tapi karena Paduka menginginkan cara yang bijak maka hamba butuh waktu 3 hari untuk memikirkannya," kata Abu Nawas.

BACA JUGA:Cerita Lucu Abu Nawas Malah Dipuji Raja Setelah Hancurkan Rumah Hakim Istana 

Kemudian Abu Nawas mohon diri untuk pulang ke rumah. Setibanya di rumah, dia terus berpikir mencari jalan keluar yang tepat, padahal Abu Nawas sendiri menginginkan agar saudagar kaya itu dipenjara saja.

Saudagar itu memang terkenal sangat pelit, bahkan para tetangga pun banyak yang membencinya. Tapi karena keinginan Abu Nawas tidak sejalan dengan pemikiran Baginda Raja, mau tidak mau harus menemukan cara lain yang sesuai perintah Baginda Raja. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Tiga hari berlalu, tibalah saatnya bagi Abu Nawas menghadap ke istana. Sesampainya di sana, Abu Nawas langsung dipersilakan menghadap Baginda Raja.

"Bagaimana Abu Nawas, apakah kamu sudah menemukan caranya?" tanya Baginda Raja.

"Sudah Paduka, hamba sudah menemukan caranya," jawab Abu Nawas.

"Bagus, beri tahu aku sekarang caranya," minta Baginda Raja.

"Tapi hamba tidak yakin Paduka akan bersedia melakukannya," timpal Abu Nawas.

"Apa caranya? Katakan saja," ucap Baginda Raja mulai penasaran.

"Caranya adalah hamba dan Baginda Raja harus menjadi pengemis, lalu kita datangi rumah saudagar kaya itu. Kita berdua pura-pura mengemis kepadanya," papar Abu Nawas memberi tahu.

"Memangnya harus aku yang melakukan? Apa tidak bisa diwakilkan?" tanya Baginda Raja.

"Tidak bisa Paduka, karena ini adalah cara satu-satunya," jawab Abu Nawas.

Awalnya Baginda Raja ragu atas ide konyol Abu Nawas itu, namun karena ingin menyadarkan saudagar pelit tersebut akhirnya dia bersedia menuruti saran Abu Nawas.

Esok harinya Abu Nawas dan Baginda Raja mendatangi rumah saudagar kaya itu dengan mengenakan baju layaknya pengemis. Setibanya di rumah saudagar kaya, mereka tidak langsung mendatangi rumahnya.

"Kita awasi dulu Paduka, tunggu saudagar itu keluar. Kalau kita ke sana sekarang, nanti yang akan menemui kita adalah penjaganya. Kita pasti akan diusir. Percuma kita ke sana, tapi tidak bisa menjumpai saudagar itu," tutur Abu Nawas.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya saudagar kaya tersebut keluar dan duduk di teras rumahnya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Abu Nawas segera mengajak Baginda Raja menghampiri saudagar kaya tersebut.

"Tuan, berilah kami sedekah," pinta Abu Nawas.

"Tidak ada. Aku tidak punya uang receh," balas saudagar kaya itu dengan nada ketus.

"Apakah tuan punya makanan? Kami lapar sekali tuan," tanya Abu Nawas.

"Tidak ada. Sana pergi kalian," jawab saudagar tersebut mulai emosi.

"Baiklah kalau begitu kami minta air putih saja tuan," balas Abu Nawas.

"Kalian ini tuli atau gimana sih! Sudah aku bilang tidak punya apa-apa. Sana pergi kalian, jangan ganggu aku!" bentak saudagar kaya. 

Di saat itulah Abu Nawas memulai akal cerdiknya. "Kasihan sekali kalau tuan tidak punya apa-apa. Kenapa tuan tidak ikut saja sama kami, kita mengemis bersama-sama tuan," ajak Abu Nawas.

Akibat perkataan Abu Nawas ini saudagar kaya menjadi salah tingkah antara marah, tersinggung malu, bercampur aduk menjadi satu. Ia pun terdiam untuk beberapa saat, tiba-tiba terlintas di benaknya ingatan masa lalu.

Dahulu dia adalah orang miskin, tapi rajin bersedekah, namun sekarang setelah kaya raya justru menjadi orang kikir . Wajahnya yang tadinya terlihat galak, kini malah tertunduk lesu.

"Bagaimana, apakah tuan memilih jadi orang miskin atau orang kaya? Kalau masih ingin jadi orang kaya, jangan lupa sedekah dan bayarlah zakat. Kalau tidak mau sedekah, mengemis sajalah seperti kami," tutur Abu Nawas.

Kemudian Abu Nawas menukil salah satu ayat Alquran tentang ancaman pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang enggan membayar zakat dan bersedekah. Seketika saudagar tersebut langsung meneteskan air mata.

"Astagfirullah, aku khilaf telah berbuat zalim," kata saudagar kaya itu sesenggukan.

"Siapa sebenarnya kalian? Kalian telah menyadarkan kesalahanku. Mari masuklah ke dalam. Aku akan memberikan kalian makanan," ajak saudagar kaya tersebut.

"Tidak perlu, kami datang ke sini bukan untuk mengemis, tapi untuk menyadarkanmu," sahut Abu Nawas.

Kemudian Abu Nawas dan Baginda Raja menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Betapa kagetnya saudagar kaya itu karena ternyata orang yang ada di hadapannya adalah rajanya sendiri.

Saudagar kaya itu pun langsung duduk bersimpuh memohon maaf kepada Baginda Raja. Sejak kejadian tersebut akhirnya saudagar kaya ini rajin sedekah dan taat membayar zakat.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini