Share

10 Hadits Rasulullah tentang Larangan di Kehidupan Sehari-hari

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2023 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 330 2748389 10-hadits-rasulullah-tentang-larangan-di-kehidupan-sehari-hari-COpMpMuhDX.jpg Ilustrasi hadits Rasulullah tentang larangan di kehidupan sehari-hari. (Foto: Shutterstock)

KETAHUI 10 hadits Rasulullah tentang larangan di kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam selalu memberikan contoh yang baik kepada seluruh umat manusia. Setiap perbuatan hingga perkataan yang dilakukan beliau merupakan akhlak terpuji dan bisa membawa ke arah kebaikan.

Akan tetapi perlu diingat pula ada hal-hal yang tidak disukai dan menjadi larangan dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Terkadang sifat atau perbuatan paling dibenci ini tidak disadari, sehingga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Larangan apa saja? Berikut 10 hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tentang larangan di kehidupan sehari-hari, sebagaimana telah Okezone himpun.

BACA JUGA:Ini Kalimat yang Dibenci Allah Menurut Hadits, Jangan Ucapkan!ย 

1. Memakan harta anak yatim

Memakan harta anak yatim merupakan salah satu perbuatan yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Hal itu lantaran Nabi Muhammad sendiri sangat mencintai dan menyantuni anak yatim.

Selain itu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga merupakan seorang yatim yang sudah ditinggal ayahnya yaitu Abdullah sejak di dalam kandungan ibunya. Larangan memakan harta anak yatim ini tertulis dalam salah satu riwayat hadits.

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ูŠูุจู’ุนูŽุซู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูุจููˆู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุชูŽุฃูŽุฌู‘ูŽุฌู ุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง ,ููŽู‚ููŠู’ู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู : ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชูŽุงู…ูŽู‰ ุธูู„ู’ู…ู‹ุงุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ู†ูŽ ููู‰ ุจูุทููˆู’ู†ูู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง.

Artinya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Akan dibangkitkan pada hari kiamat suatu kaum dari kuburannya, berkobar-kobar api di mulutnya. Bertanya sahabat, siapa mereka ya Rasulullah? Rasul menjawab: Tidaklah kamu mengerti bahwa Allah telah berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชูŽุงู…ูŽู‰ ุธูู„ู’ู…ู‹ุงุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ู†ูŽ ููู‰ ุจูุทููˆู’ู†ูู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง.

(Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya)'." (HR Abu Ya'laa)

2. Mengambil hak orang lain

Mengambil hak orang lain juga termasuk perbuatan yang sangat dilarang. Ini kerap diperingatkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam kepada keluarga, sahabat, hingga seluruh umat.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูŽ ู’ุฑูุถ ุดูุจู’ุฑู‹ุงุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ุฎูุณูููŽ ุจูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุงูู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนู ุฃูŽุฑู’ุถููŠู’ู†ูŽ.

Artinya: "Barang siapa mengambil sejengkal tanah bumi yang bukan haknya, niscaya ditenggelamkan ia pada hari kiamat sampai ke dalam tujuh lapis bumi." (HR Bukhari)

3. Berbuat zalim

Selanjutnya adalah berbuat zalim. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sangat melarang umat manusia melakukan hal tersebut. Sebab tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga diri sendiri.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalim'." (HR Muslim nomor 2577)

BACA JUGA: Viral Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua, Hadits Ungkap Banyak Perzinaan Jadi Tanda Kiamatย 

4. Memotong pembicaraan

Tidak memotong pembicaraan orang lain adalah bagian dari adab. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sendiri melarang melakukan hal tersebut.

Sebagaimana dijelaskan Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitab beliau berjudul Risalatul Mu'awanah wal Mudhaharah wal Muwazarah (Dar Al-Hawi, 1994, halaman 83)

"Dengarkan orang lain yang berbicara kepadamu, dan jangan sekali-kali kamu putus pembicaraan itu, kecuali mengandung ucapan yang mendatangkan murka Allah, seperti ghibah (menggunjing), misalnya. Apabila seseorang sedang membicarakan sesuatu padamu, sedangkan engkau telah mengetahuinya sebelumnya, jangan tunjukkan bahwa engkau telah mengetahuinya. Yang demikian itu dapat membuatnya tersinggung. Ketika seseorang berbicara kepadamu tentang hal yang tidak sebenarnya, janganlah engkau mengatakan padanya: 'Berita itu tidak seperti yang engkau katakan, tetapi 'begini ...' dan 'begini ...' Dan jika berita itu berkaitan dengan masalah keagamaan, tunjukkan kepadanya bagaimana sebenarnya secara halus sehingga tidak menyinggung perasaannya."

Sementara itu dalam riwayat hadits juga dijelaskan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Jika engkau mengatakan 'diamlah!' kepada orang-orang ketika mereka tengah berbicara, sungguh engkau mencela dirimu sendiri." (HR Ahmad)

5. Makan berlebihan

Larangan berikutnya adalah makan berlebihan, diriwayatkan dari Anas Malik Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

"Salah satu ciri berlebihan (al-israf) Anda makan setiap yang Anda inginkan." (HR Ibnu Majah nomor 3345 dari Anas bin Malik)ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

6. Menahan buang air saat sholat

Terkadang secara tidak sengaja, sebagian orang menahan membuang air kecil, besar, maupun menahan kentut ketika sedang sholat. Ternyata hal tersebut merupakan bagian dari perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Dari 'Aisyah, ia berkata mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ู„ุงูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุจูุญูŽุถู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุฏูŽุงููุนูู‡ู ุงู„ุฃูŽุฎู’ุจูŽุซูŽุงู†ู

Artinya: "Tidak ada sholat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada sholat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar)." (HR Muslim nomor 560)

7. Tertawa terbahak-bahak

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah memberikan beberapa nasihat kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, yaitu ketika tertawa jangan sampai terbahak-bahak atau secara berlebihan. Jika seseorang melakukan itu maka akan mematikan hati.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ูˆูŽู„ุงูŽ ุชููƒู’ุซูุฑู ุงู„ุถูŽู‘ุญููƒูŽ, ููŽุฅูู†ูŽู‘ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ุถูŽู‘ุญููƒู ุชูู…ููŠุชู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจูŽ

Artinya: "Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati."

8. Makan dan minum sambil berdiri

Makan dan minum sambil berdiri juga salah satu perbuatan yang dilarang Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi bersabda:

ู„ุงูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ูุฆู’

Artinya: "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan." (HR Muslim)

9. Mengemis

Memberikan belas kasihan kepada seseorang memang dianjurkan dan merupakan bagian dari perbuatan terpuji. Akan tetapi jika mengemis, hal itulah sesuatu yang termasuk dilarang Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kepada umatnya. Apalagi jika masih berkecukupan dan dirasa mampu.

Dari Imam Ahmad dalam Musnad-nya nomor 17508:

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุจููƒูŽูŠู’ุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽุง: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุญูุจู’ุดููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุฌูู†ูŽุงุฏูŽุฉูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ููŽู‚ู’ุฑูุŒ ููŽูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุฑูŽยป

Artinya: "Yahya bin Adam dan Yahya bin Abi Bukair menuturkan kepada kami, mereka berdua mengatakan, Israil menuturkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Hubsyi bin Junadah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa yang meminta-minta padahal ia tidak fakir maka seakan-seakan ia memakan bara api'."

10. Ghibah

Larangan ghibah atau membicarakan keburukan orang lain ini sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, dari Abu Hurairah berkata:

"Rasulullah pernah mendapat pertanyaan, 'Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah?' Rasulullah menjawab, 'Engkau menyebut tentang saudaramu yang tidak ia sukai.' Rasulullah ditanya lagi, 'Bagaimana pendapatmu jika apa yang ada pada saudaraku sesuai dengan yang aku katakan?' Rasulullah menjawab, 'Jika apa yang engkau katakan itu memang benar benar ada maka engkau telah berbuat ghibah, namun jika tidak maka engkau telah berbuat fitnah'." (HR Abu Dawud nomor 4231)

Wallahu a'lam bisshawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini