Share

Mengetahui Arti Alhamdulillah Beserta Keutamaan Mengucapkannya

Hantoro, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2023 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 18 614 2748571 mengetahui-arti-alhamdulillah-beserta-keutamaan-mengucapkannya-29jHaoPaYd.jpg Ilustrasi arti Alhamdulillah dan keutamaan mengucapkannya. (Foto: Shutterstock)

ARTI Alhamdulillah (الْحَمْدُ للَّهِ) beserta maknanya sangat penting diketahui setiap Muslimin. Pasalnya, kalimat ini sudah sangat dikenal dan sering diucapkan di mana pun dan kapan pun.

Alhamdulillah merupakan bacaan tahmid. Kata Alhamdulillah memiliki arti harfiah "Segala puji bagi Allah." Lafadz ini menetapkan kesempurnaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam nama, sifat, dan perbuatan-Nya yang mulia.

BACA JUGA:Ini Keuntungan Orang yang Sering Mengucapkan Alhamdulillah 

Dikutip dari nu.or.id, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengungkapkan setiap Muslim mengetahui dan pernah membaca kalimat Alhamdulillah (الحمد لله). Di dunia pesantren, kalimat ini bermakna segala pujian itu dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau yang berhak dipuji hanya Allah Ta'ala, atau segala pujian itu khusus bagi-Nya.

Dilihat dari perspektif bahasa Arab, asal kalimat Alhamdulillah (الحمد لله) adalah حمدت حمدا لله (Hamidtu hamdan lillahi (Aku telah memuji dengan suatu pujian untuk Allah)). Selanjutnya dicukupkan hanya dengan menyebut kata benda dasar ( المصدر ) tanpa menyebutkan kata kerjanya ( الفعل ).

Kata kerja tersebut yakni حمدت dibuang, kemudian ditempatkanlah kata benda dasar menjadi "Hamdan lillahi حمدا لله" dan selanjutnya dimasukkan huruf alif dan lam ( أل ) padanya sehingga kalimat tersebut tersusun menjadi Alhamdulillah (الحمد لله) untuk menunjukkan makna keberlangsungan selamanya ( الدوام ).

BACA JUGA:Kenapa Baca Alhamdulillah Usai Makan? Ini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah 

Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa keberlangsungan ( الدوام ) dan kontinuitas ( الإستمرار ) pujian itu diperoleh dari peralihan Al-jumlah al-fi'liyyah kepada Al-jumlah al-ismiyyah, karena pernyataan " زيد قائم (Zaid itu orang yang berdiri)" tidaklah menunjukkan kecuali "ثبوت القيام لزيد (penetapan berdiri bagi Zaid) ".

Sedangkan keberlangsungan dan kontinuitasnya dapat diketahui hanya dari aspek peralihan dari Al-jumlah al-fi'liyyah kepada Al-jumlah al-ismiyyah. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Pujian itu khusus bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana diperoleh dari susunan kalimatnya yang sempurna, baik menjadikan huruf "Lam al-ta'rif (لام التعريف)" dalam kata "Al-hamdu (الحمد)" yang berfungsi Lil-istighraq [للإستغراق] sebagaimana pendapat Jumhur al-'ulama, dan ini cukup jelas, atau berfungsi Li al-jinsi [للجنس] sebagaimana dikemukakan oleh al-Zamakhsyari karena huruf Lam [لام] pada kata Lillahi [لله] berfungsi Li al-ikhtishash [للإختصاص ].

Sebab, memang senyatanya bahwa keseluruhan pujian itu khusus bagi Allah saja dan karena tiada suatu kebaikan pun kecuali Dia sajalah penguasanya.

Oleh karena itu, hendaklah lidah dan sikap kita senantiasa memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sepenuh rasa mengagungkan Dia Sang Pemberi Nikmat tak terhingga banyaknya, baik kepada yang orang yang memberikan pujian kepada-Nya atau tidak.

Pasalnya, segala pujian itu pada hakikatnya adalah khusus bagi-Nya dan hanya menjadi milik-Nya semata. Jadi saat manusia mendapat pujian hendaklah pujian itu dikembalikan kepada pemilik pujian yang sesungguhnya, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan mengucapkan Alhamdulillah.

Bila mampu memahami hakikat tersebut dan tidak enggan mengucapkan Alhamdulillah niscaya manusia tidak selalu mengharap atau tergila-gila pada pujian, tidak menjadi besar kepala dan lupa diri karena pujian dan kita akan menunaikan dan menuntaskan tugas pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dengan penuh kesadaran diri, bukan bekerja sekedarnya demi berharap pujian makhluk-Nya.

Namun demikian, janganlah enggan dan berat untuk memuji segala ide, ucapan, dan perbuatan terpuji yang dilakukan oleh siapa saja, karena barangkali si penerima pujian itu menyadari sepenuh hatinya bahwa semua itu terjadi atas izin-Nya lalu ia mengucapkan Alhamdulillah yang juga menjadi sebab mengalirnya pahala baginya dan bagi kita.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini