Share

Bacaan Niat Puasa Rajab 2023 Lengkap Teks Arab Beserta Artinya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2023 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 618 2749231 bacaan-niat-puasa-rajab-2023-lengkap-teks-arab-beserta-artinya-T7bhUMhH7c.jpg Ilustrasi bacaan niat puasa Rajab 2023. (Foto: Freepik)

BACAAN niat puasa Rajab 2023 akan dibahas dalam artikel kali ini. Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat diberkahi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan yang sayang jika terlewat untuk menambah timbangan amal salih sebagai bekal di akhirat kelak.

Salah satu amalan yang paling sering dilakukan pada bulan ini adalah puasa Rajab. Menurut kalender hijriyah tahun ini, puasa Rajab dimulai tanggal 23 Januari hingga 1 Februari 2023.

BACA JUGA:Simak, Ini Hukum Melaksanakan Puasa Rajab 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Berikut ini bacaan niat puasa Rajab 2023:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah Ta'ala."

Rajab sendiri atau biasa dikenal dengan sebutan 'Al-Ashamm' الأصم atau 'yang tuli'. Dalam istilah lainnya bulan Rajab atau 'Rajam' artinya melempar, hal ini dikarenakan setan-setan pada waktu tersebut dikutuk oleh Allah dan dilempari, sehingga mereka (setan) tidak akan menyakiti orang-orang salih.

BACA JUGA:Wajib Tahu, Ini Manfaat Puasa Rajab untuk Kesehatan Tubuh 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat At-Taubah Ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Latin: Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn.

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Hukum Puasa Rajab

Dilansir laman Rumaysho, dai muda asal Yogyakarta Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan ada beberapa hadits yang menganjurkan beberapa puasa di bulan Rajab, yakni:

Pertama:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن و أحلى من العسل من صام من رجب يوما سقاه الله من ذلك النهر

"Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada salju, lebih manis dari pada madu. Siapa yang puasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dengan air sungai tersebut." (HR Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman nomor 3800, 3: 367. Ibnul Jauzi dalam Al-‘Ilal Al-Muntanahiyah nomor 912 menyatakan hadits ini tidak shahih, di dalamnya ada perawi majhul yang tidak jelas siapa mereka)

Kedua:

رجب شهر عظيم يضاعف الله فيه الحسنات فمن صام يوما من رجب فكأنما صام سنة ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم ومن صام منه ثمانية أيام فتح له ثمانية أبواب الجنة ومن صام منه عشر أيام لم يسأل الله إلا أعطاه ومن صام منه خمسة عشر يوما نادى مناد في السماء قد غفر لك ما مضى فاستأنف العمل ومن زاد زاده الله

"Bulan Rajab adalah bulan yang agung, Allah akan melipatkan kebaikan pada bulan itu. Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seakan-akan ia berpuasa selama satu tahun. Barang siapa yang berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup tujuh pintu api neraka jahanam darinya. Barang siapa yang berpuasa delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan delapan pintu surga baginya. Barang siapa yang berpuasa sepuluh hari dari bulan Rajab, maka tidaklah Allah dimintai apa pun kecuali Allah akan memberinya. Barang siapa berpuasa lima belas hari pada bulan Rajab, maka ada yang memanggil dari langit, ‘Engkau telah diampuni dosamu yang telah lampau.’ Mulailah amal, siapa yang terus menambah, maka akan terus diberi pahala."

(HR Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 5538 dari jalur ‘Utsman Ibnu Mathor Asy-Syaibani, dari ‘Abdul Ghafur yaitu Ibnu Sa’id, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Sa’id dari bapaknya. Hadits ini dikatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai hadits maudhu’ atau palsu karena adanya ‘Utsman bin Mathar. Ibnu Hibban menyatakan bahwa ia meriwayatkan hadits-hadits palsu. Syaikh Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kumpulan hadits lemah, dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, nomor 5413, 11: 692) 

Penilaian Ulama

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Setiap hadits yang membicarakan puasa Rajab dan sholat pada sebagian malam (seperti sholat setelah Magrib pada malam-malam pertama bulan Rajab, pen), itu berdasarkan hadis dusta." (Al-Manar Al-Munif, halaman 49)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, "Hadis yang menunjukkan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam dan para sahabatnya." (Latha’if Al- Ma’arif, halaman 213)

Penulis Fiqh Sunnah, Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, "Adapun puasa Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadis shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus. Jikapun ada, maka hadis tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung." (Fiqh Sunnah, 1: 401)

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, "Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan puasa di bulan Rajab atau menjelaskan puasa tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung."

Syekh Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata, "Adapun mengkhususkan puasa pada bulan Rajab, maka tidak ada hadis shahih yang menunjukkan keutamaannya atau menunjukkan anjuran puasa saat bulan Rajab. Yang dikerjakan oleh sebagian orang dengan mengkhususkan sebagian hari di bulan Rajab untuk puasa dengan keyakinan bahwa puasa saat itu memiliki keutamaan dari yang lainnya, maka tidak ada dalil yang mendukung hal tersebut." (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab Nomor 75394)

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini