Share

8 Perbedaan Alquran dan Hadis yang Perlu Dipahami Umat Islam

Hantoro, Jurnalis · Selasa 24 Januari 2023 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 330 2751752 8-perbedaan-alquran-dan-hadis-yang-perlu-dipahami-umat-islam-vGJbYe3BbP.jpg Ilustrasi perbedaan Alquran dan hadis yang perlu dipahami umat Islam. (Foto: Shutterstock)

SIMAK 8 perbedaan Alquran dan hadis yang perlu dipahami umat Islam berikut ini. Alquran secara bahasa adalah mashdar dari قرأ-يقرأ (qara`a-yaqra`u), maknanya ada dua; yaitu (1) Sesuatu yang dibaca, karena Alquran dibaca lisan-lisan manusia; dan (2) Pengumpul, karena Alquran adalah mengumpulkan kabar dan hukum.

Dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Sa'id Abu Ukasyah menjelaskan, secara istilah syari, Alquran adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diturunkan kepada Rasul-Nya, penutup para Nabi, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan Surat Al Faatihah dan ditutup dengan Surat An-Naas. (Lihat kitab Ushuulun fit Tafsiir, Syekh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin, halaman 6, dengan sedikit perubahan) 

BACA JUGA:Surat Yasin Teks Arab, Latin, Arti, Tafsirnya, Lengkap di Alquran Digital Okezone 

Sementara Ustadz Yulian Purnama S.Kom menjelaskan pengertian tentang hadis qudsi. Qudsi berasal dari kata Al-qudus yang artinya mulia dan agung karena kesuciannya. Maka maksud dari qudsi secara bahasa maknanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyucikannya. (Lihat Al Hadits fi Ulumil Qur’an wal Hadits, 1/175, Syaikh Hasan Muhammad Ayyub)

Adapun makna hadits qudsi secara istilah, dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin:

ما رواه النبي صلّى الله عليه وسلّم عن ربه – تعالى -، ويسمى أيضاً (الحديث الرباني والحديث الإلهي

"Hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dari Allah Ta’ala, dan disebut juga hadits rabbani dan hadits ilahi." (Musthalahul Hadiits, 1/5, Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)

Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan Alquran dan hadis qudsi yang perlu diketahui umat Islam (Lihat Mabahits fi Ulumil Qur’an, 1/22, Syekh Manna Al Qathan):

BACA JUGA:Huruf Alif Lam Qomariah: Pengertian, Jenis Huruf, hingga Contohnya dalam Alquran 

1. Alquran wahyu kepada Rasulullah

Alquran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam beserta lafalnya. Allah menantang bangsa Arab untuk membuat semisalnya, namun mereka tidak mampu untuk mendatangkan yang semisal Alquran, atau bahkan hanya sepuluh ayat, atau bahkan hanya satu ayat yang semisal Alquran.

Bahkan, tantangan tersebut berlaku hingga sekarang, dan ini adalah mukjizat Alquran yang berlaku hingga akhir zaman. Sedangkan pada hadits qudsi, tidak ada tantangan demikian.

2. Alquran dinisbatkan kepada Allah Ta'ala

Alquran dinisbatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala secara mutlak. Maka ketika menukil Alquran, kita mengatakan, "Allah berfirman …."

Sedangkan hadis qudsi, sebagaimana telah disebutkan, terkadang dalam bentuk penyandaran kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu ketika disebutkan, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, …”

Lalu hadis qudsi terkarang dalam bentuk penyandaran kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, ketika disebutkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, dari yang ia riwayatkan dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla …” 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

3. Periwayatan Alquran dan hadis

Alquran seluruhnya dinukil secara mutawatir (periwayatan dari rawi yang banyak hingga bernilai keyakinan). Sehingga, ia memiliki qath’iyyatuts tsubut (validitas yang pasti).

Adapun hadis qudsi pada umumnya merupakan khabar ahad yang memiliki zhanniyatuts tsubut (validitas yang tingkat keyakinannya berupa sangkaan kuat). Maka itu, hadits qudsi terkadang shahih, terkadang hasan, dan terkadang lemah.

4. Makna dan lafal Alquran dari Allah Ta'ala

Alquran itu makna dan lafalnya dari Allah Subhanahu wa Ta'al. Alquran adalah wahyu Allah Ta'ala, baik dalam lafal maupun maknanya.

Sedangkan hadis qudsi maknanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan lafalnya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menurut pendapat yang shahih. Hadis qudsi adalah wahyu secara maknanya, bukan lafalnya. Oleh karena itu, boleh meriwayatkan hadis qudsi secara makna menurut jumhur ulama ahli hadits.

5. Membaca Alquran adalah ibadah

Membaca Alquran adalah aktivitas ta’abbud (ibadah). Ini yang disinggung dalam dalil-dalil keutamaan membaca kalamullah adalah membaca Alquran. Sebagaimana hadis:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipat-gandakan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam miim itu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR At-Tirmidzi nomor 2910. Ia berkata, "hasan shahih gharib dari jalan ini")

Adapun membaca hadis qudsi bukan aktivitas ta’abbud dan tidak boleh dibaca pada qiraah dalam sholat. Namun, orang yang membaca hadis qudsi mendapat pahala secara umum (tergantung niatnya, pen) dan bukan pahala sepuluh kali lipat per huruf seperti yang disebutkan dalam hadis. 

6. Alquran mukjizat Nabi Muhammad

Alquran adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang terbesar di antara semua mukjizat para nabi. Syekh Abdurrahman As-Sa'diy menjelaskan:

ﺍﻟﻤﻌﺠﺰﺓ ﻫﻲ ﻣﺎ ﻳُﺠﺮِﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻳﺪﻱ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻭﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺧﻮﺍﺭﻕ ﺍﻟﻌﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺘﺤﺪﻭﻥ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ، ﻭﻳﺨﺒﺮﻭﻥ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﻣﺎ ﺑﻌﺜﻬﻢ ﺑﻪ ، ﻭﻳﺆﻳﺪﻫﻢ ﺑﻬﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ؛ ﻛﺎﻧﺸﻘﺎﻕ ﺍﻟﻘﻤﺮ ، ﻭﻧﺰﻭﻝ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻫﻮ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻌﺠﺰﺓ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﻃﻼﻕ

"Mukjizat adalah suatu yang Allah turunkan melalui para rasul dan nabi berupa kejadian-kejadian luar biasa (di luar hukum adat/sebab-akibat) sebagai bentuk tantangan bagi manusia. Merupakan berita dari Allah untuk membenarkan apa yang telah Allah utus untuk menguatkan para rasul dan nabi. Seperti terbelahnya bulan dan turunnya Alquran. Alquran adalah mukjizat terbesar dari para rasul secara mutlak." (At-Tanbihaat Al-Lathiifah, halaman 107)

7. Harus suci ketika menyentuh atau membaca Alquran

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah menerangkan tidak boleh bagi seorang Muslim untuk menyentuh mushaf sedangkan dia sebelumnya tidak berwudhu menurut jumhur atau mayoritas ulama, imam empat mazhab, dan begitu pula yang difatwakan oleh para sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Terdapat hadis sahih dari ‘Amr bin Hazm radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan kepada penduduk Kota Yaman:

أن لا يمس القرآن إلا طاهر

"Tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang sudah bersuci." (HR Malik dalam Al Muwatha' nomor 419 dan Ad-Darimi: 1266)

8. Tujuan diturunkan Alquran Karim

Syekh Muhammad Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah mengatakan:

فالقرآن الكريم نزل لأمور ثلاثة: التعبد بتلاوته، وفهم معانيه والعمل به

"Alquran diturunkan untuk tiga tujuan beribadah dengan membacanya,memahami maknanya, dan mengamalkannya." (http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_17959.shtml)

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini