JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap segala bentuk genosida dan islamofobia yang berkembang di luar negeri. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dalam pidatonya di acara Milad ke-51 MUI dan penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2026).
"Majelis Ulama mesti tegas secara sharih bahwa Majelis Ulama berada di belakang perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Itu harus pasti. Di samping itu, kita juga perlu menegaskan sikap kita dan penolakan kita terhadap genosida, termasuk juga islamofobia yang ada di luar negeri," ujar Anwar.
Menurutnya, Majelis Ulama perlu menyerukan pentingnya donasi umat Islam Indonesia untuk membantu masyarakat Gaza, Palestina. Merujuk hadis Rasulullah, ia berkata bahwa umat Islam bagaikan satu tubuh, yang mana antaranggota tubuh harus saling mengobati bila ada yang sakit.
"Teman-teman kita, saudara-saudara kita yang ada di Gaza sakit, sakit betul, diusir, dibunuh, dan segala macam. Umat Islam di negara lain juga mengalami islamofobia. Negara digunakan untuk melakukan islamofobia, maka Majelis Ulama mesti mempunyai sikap yang pasti bahwa kita atas dasar kemanusiaan, atas dasar ukhuwah insaniyah," kata Anwar.
"Maka kita akan berada di belakang mereka dan kalau perlu kita akan mendonasikan atau menyerukan tentang pentingnya donasi terhadap mereka," tambahnya.
Anwar pun mencontohkan suasana saat Muktamar NU ke-13. "Di dalam muktamar itu, para kiai, selain menyerukan tentang pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina, juga menyerukan donasi," kata Anwar.
"Kiai-kiai pada waktu itu masih susah, bisa mengumpulkan 6.000 gulden. Mereka yang masih susah bisa begitu, lah kita yang sudah enak. Mestinya harus lebih daripada itu," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)