Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tata Cara Tayamum: Niat, Rukun, dan Langkah-Langkahnya yang Wajib Diketahui

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |18:32 WIB
Tata Cara Tayamum: Niat, Rukun, dan Langkah-Langkahnya yang Wajib Diketahui
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA — Bersuci menempati kedudukan penting dalam ajaran Islam. Setiap Muslim dianjurkan menjaga kesucian diri, terutama ketika hendak menunaikan ibadah salat, yang menjadi tiang agama dan kewajiban utama. Untuk dapat melaksanakannya secara sah, seorang Muslim perlu terlebih dahulu bersuci dari hadas, baik kecil maupun besar. Cara utama yang diajarkan adalah berwudu menggunakan air, atau bertayamum dengan debu yang suci ketika air tidak tersedia atau tidak dapat digunakan karena sakit maupun alasan lain yang dibenarkan syariat.

Menurut buku Panduan Shalat Lengkap & Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin, tayamum merupakan cara bersuci menggunakan tanah atau debu yang suci sebagai bentuk keringanan (rukhasah) ketika air tidak ditemukan. Keringanan ini juga berlaku bagi orang yang berhalangan (uzur) sehingga tidak dapat menggunakan air.

ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah: 6)  

Lantas, bagaimana tata cara, syarat, serta niat tayamum yang benar? Berikut pembahasannya.

Rukun dan Tata Cara Tayamum yang Benar

Mengacu pada penjelasan NU Online, berikut tahapan tayamum sesuai tuntunan syariat:

  1. Siapkan tanah berdebu atau permukaan lain yang berdebu dan suci.
  2. Berniat dalam hati dan menghadap ke arah kiblat, lalu bacalah basmalah seraya menempelkan kedua telapak tangan pada debu dengan jari-jari dirapatkan.
  3. Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh bagian wajah, disertai niat tayamum di dalam hati.
  4. Tempelkan kembali kedua telapak tangan pada debu, kali ini dengan jari-jari direnggangkan.
  5. Letakkan telapak tangan kiri di atas punggung tangan kanan, lalu usapkan hingga ke siku. Lakukan hal serupa pada tangan sebaliknya.
  6. Setelah selesai, dianjurkan melafalkan doa yang sama dengan doa setelah berwudu.

Dengan tuntasnya rangkaian tersebut, seseorang dinyatakan telah suci sehingga sah menunaikan salat maupun ibadah lain yang mensyaratkan kesucian.

 

Syarat-Syarat Tayamum

Agar tayamum sah, sejumlah syarat berikut perlu dipenuhi:

  • Waktu salat telah masuk.
  • Sudah diupayakan untuk mencari air, namun tidak ditemukan, sementara waktu salat sudah tiba.
  • Tayamum dilakukan dengan tanah atau debu yang suci.
  • Najis pada tubuh telah dibersihkan terlebih dahulu.

Niat Tayamum

Niat tayamum dibaca dalam hati bersamaan dengan usapan pertama ke wajah.

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Nawaitu tayammuma li istibahatis shalaati lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah."

Pada hakikatnya, niat ini merupakan kesengajaan hati untuk bersuci melalui tayamum semata-mata karena Allah SWT. Oleh karena itu, lafal niat dapat disesuaikan apabila tayamum dilakukan sebagai pengganti mandi wajib, tidak hanya untuk menunaikan salat.

Media yang Bisa Digunakan untuk Tayamum

Dalam tayamum, media utama yang digunakan adalah debu atau tanah yang suci dan terbebas dari najis.

Permukaan bumi yang berdebu, seperti tanah dan pasir, dapat dijadikan sarana bertayamum. Begitu pula debu yang menempel pada benda-benda seperti dinding, batu, hingga kaca, asalkan kandungan debunya cukup untuk menempel di telapak tangan.

Hal yang patut dicermati, media tayamum harus dalam keadaan suci. Debu yang telah bercampur dengan bahan lain, semisal semen olahan, kapur bangunan, atau material yang wujudnya sudah tidak serupa tanah asli, umumnya dinilai tidak sah untuk dipakai bertayamum.

 

Doa Setelah Tayamum

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiina, waj'alni minal mutathahhirin, waj'alni min 'ibaadikas shalihiin. Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Artinya: "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha Suci Engkau, ya Allah. Dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan aku memohon ampunan serta bertobat kepada-Mu."

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement