MAKKAH - Sekira 10 ribu jamaah calon haji (calhaj) mengambil tarwiyah malam ini waktu Arab Saudi. Mereka berangkat ke Arafah nanti malam, namun transit lebih dulu ke pemondokan di Mina.
Dirjen Pelaksana Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu meminta semua pihak jangan mempertentangkan perbedaan ini. Pasalnya ritual ini dilakukan juga oleh Nabi Besar Muhammad SAW.
"Kemungkinnan paling banyak 10.000-an. Yang ikut tarwiyah di Mina mengambil bekal untuk di Arafah. Habis dzhuhur mereka baru Arafah," kata Anggito di Makkah, Selasa (23/10/12).
Anggito memaparkan, calhaj yang melakukan tarwiyah harus membuat surat pernyataan. Pasalnya, tidak ada pelayanan dari pemerintah. Pemerintah hanya menjadi fasilitator untuk masuk ke Arafah.
Artinya, calhaj tidak mendapat makan dan mereka membawa makanan sendiri. Kemudian Tidak ada sokongan logistik, termasuk bimbingan.
"Saya sarankan yang calhaj yang sakit jangan diajak tarwiyah. Namun bila ada yang sakit saat tarwiyah, makan petugas haji tetap memberikan bantuan," ungkap Anggito.
(Rizka Diputra)