MADINAH - Pemulangan jamaah haji ke Tanah Air masih berlangsung. Kegembiraan dan wajah cerah biasanya terjadi, sebagai puncak atas kerinduan terhadap kampung halaman. Namun, kegembiran yang memuncak tidak menghiasi wajah salah seorang jamaah haji Indonesia.
Jamaah itu adalah H Mimin asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dia seharusnya pulang pada Kamis, 15 November malam. Bapak berusia 88 tahun itu tampak murung dan bingung.
Dia sedih, di akhir perjalanan haji istri tercintanya, Hapiyeh Pusadi Kamar (83), justru koma di rumah sakit. "Saya sedih karena istri saya masih dirawat dan dalam keadaan koma di rumah sakit,” ungkap Mimin dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan semakin terasa hampa ketika segala urusan persiapan kepulangan dilakukan tanpa bantuan serta tawa canda sang istri. Dalam pelaksanaan ibadah haji, wukuf, hingga tawaf ifadah, kebersamaan menjadi keseharian yang menjadi penghibur di usia senja.
Selama ini, Istrinya juga yang berjuang dan membantu dirinya membesarkan 11 anak yang diberikan Allah kepadanya. “Sekarang saya sudah punya cucu dan cicit 66,” ungkapnya sambil mengenang istrinya.
Mimin menjelaskan, Istrinya telah menjalani perawatan sejak lima hari lalu. “Saya tidak tahu sakitnya, istri saya dirawat sejak minggu lalu,” tambahnya.
Tak banyak yang dapat dilakukan Mimin, selain berdoa agar istrinya dapat pulih kembali dan berkumpul bersama dirinya serta keluarga. “Mudah-mudahan bisa pulang, bisa sembuh,” harapnya.
Bersama teman-temannya, Mimin ditemani canda tawa menghadapi kepulangan tanpa kehadiran istrinya tercinta. Sebagai manusia hanya doa kepada Allah dan keyakinan bahwa kesabaran adalah kunci dalam menghadapi ujian.
“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyiraah: 5).
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung.” (Az-Zumaar: 10).
(Dian AF)