MADINAH - Banyaknya jamaah haji Indonesia yang ditemukan membawa air zam-zam membuat, proses pemeriksaan koper jamaah tidak berjalan lancar. Jamaah haji bersikeras untuk tetap mebawa air zam dengan alasan, diantaranya lebih bagus membawa air zam-zam langsung dari sumbernya seperti di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram Mekah.
Kepala Seksi Pelayanan Ibadah Daker Madinah, Nurudin meminta jamaah tidak membawa air zam-zam, karena melanggar ketentuan penerbangan dan di tanah air telah disediakan untuk nantinya dibagikan.
Nurudin mengatakan, secara harfiah meminum air zam-zam selama berasal dari sumber yang sama, juga akan memiliki khasiat yang sama. "Kalo wujudnya yang dibagikan di Indonesia oleh Garuda atau Saudi, wujudnya dan sumber sama yakni air zam-zam, maka semuanya afdol," kata Nurudin
Nurudin menegaskan, Tidak ada perbedaan air zam-zam yang diminum disini atau diambil disini dengan air zam yang dibagikan di Tanah Air. "Insya Allah, manfaatnya-pun sama," tegasnya.
Pemberian air zam-zam sebenarnya sudah menjadi ketentuan akan dibagikan di tanah air, sebanyak 5-10 liter. Pembagian dilakukan melalui perusahaan pengelaan air zam yang diberikan kepada maskapai penerbangan.
Sementara itu, untuk masalah khasiat dari Air Zam-zam, Kepala Seksi Pelayanan Ibadah daker Madinah, Nurudin menambahkan khasian dari air zam-zam memang banyak, termasuk yang paling adalah baik untuk menjaga kesehatan. " Insya Allah bisa menjadi obat. Maka sebelum minum disyaratkan untuk berdoa kepada Allah, diantaranya minta supaya sehat," imbuhnya.
Sesuai aturan penerbangan, jamaah haji dunia termasuk indonesia tidak diperkenankan membawa zat cair ke dalam pesawat seperti air zam-zam. Maka, jika ditemukan dalan koper jamaah, air zam-zamnya akan diambil dengan membongkar koper jamaah.
(Ahmad Dani)