EUFORIA busana Muslim kini semakin semarak pada momen lebaran. Namun seiring perkembangannya, busana Muslim juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Menurut ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Taruna K.Kusmayadi, busana Muslim kini mengalami booming dalam bidang penjualan, desainer dan pembeli. Untuk itu APPMI memberi ruang kepada para desainernya untuk dapat mengembangkan kembali karya-karyanya.
"Kita membina bagaimana merek-merek dari desainer ini, memiliki ruang pameran, juga membantu mereka berseminar agar dapat mengembangkan kualitas dari produk desainnya," kata Taruna K. Kusmayadi selaku Ketua APPMI di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Seiring dengan perkembangan busana Muslim, menurut pria berkacamata ini, tentunya memiliki dampak yang baik juga yang buruk. "Bagusnya semua happy, gembira, karena industri busana muslim membawa berkah terhadap banyak pihak," tuturnya.
Untuk sisi buruknya, pria yang akrab disapa Nuna ini, merasakan busana Muslim yang aneh dari segi model.
"Tapi banyak bentukan busana Muslim yang menurut saya aneh karena euforia. Saya melihat kita belum melihat masa kematangan dalam gaya. Mungkin lima hingga 10 tahun ke depan busana muslim kita akan lebih wearable, lebih enak dipandang mata," tuturnya.
Ia berharap seiring berjalannya waktu dapat membentuk kedewasaan dalam berbusana muslim. "Karena tujuan kita adalah tahun 2020 Indonesia menjadi kiblat busana muslim dunia," pungkasnya.
(Renny Sundayani)