Langkah kaki kanan hendaknya didahulukan ketika masuk Masjid Nabawi seraya berdoa: Allahummaf-tah li abwaba rahmatika (Ya Allah bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu). Sebaliknya, ketika keluar masjid hendaklah mendahulukan kaki kiri sembari berdoa: Allahumma inni as’aluka min fadhlika (Ya Allah, aku mohon kepada-Mu sebagian dari keagungan-Mu).
3.Tidak Tergesa-gesa saat masuk dan keluar Masjid
Terdapat 24 pintu masuk utama di Masjid Nabawi yang baru dibuka bersamaan dengan azan Subuh pertama. Tak ayal, jamaah saling berjejalan karena ingin masuk ke dalam Raudha ataupun mendapat tempat di shaf pertama sehingga ada sebagian yang merasa tersenggol dann emosinya meluap.
Hendaknya memasuki masjid dengan cara sewajarnya dan khusyuk karena Rasulullah bersabda, Apabila kamu mendengar suara iqamat, melangkahlah untuk salat dengan penuh ketenangan dan tidak tergesa-gesa. Bila kamu telah mencapai (shaf), maka salatlah. Dan bila terlewat (rakaatnya), sempurnakanlah (salatnya). (HR. Bukhari dan Muslim)
4.Melakukan salat sunnat Tahiyatul Masjid
Lebih utama ketika melaksanakan salat Tahiyatul Masjid di Raudha. Namun, spot tersebut selalu ramai sehingga salat sunnat dapat dilaksanakan di semua sisi masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda: Apabila salah seorang kalian masuk masjid, salatlah dua rakaat sebelum kalian duduk. (HR Bukhari dan Muslim