“Sidiq dan amanah ini sejalan juga dengan salah satu nilai budaya kerja kementerian agama, integritas,” ujar Khoirizi.
Sifat tabligh (menyampaikan) adalah sifat ketiga yang perlu dimiliki oleh petugas haji. Apalagi menurut Khoirizi, seorang petugas haji harus mampu memberikan pembinaan kepada jemaah haji. Bila ia tidak bisa menyampaikan, maka kewajibannya untuk melakukan pembinaan tidak dapat dilaksanakan dengan optimal.
Keempat, petugas haji harus mampu meneladani sifat fathonah (cerdas). Ini menurutnya sejalan dengan nilai budaya kerja, yakni inovasi. “Harus cerdas jadi petugas. Harus mampu berikan inovasi dalam penyelenggaraan haji,” kata Khoirizi.
Profesionalitas petugas menurut Khoirizi dapat terbangun bila petugas mampu meneladani keempat sifat tersebut. Hal ini dibutuhkan untuk mensukseskan sebuah even besar seperti penyelenggaraan ibadah haji. Di sini lah profesionalitas petugas akan diuji.