Ia menambahkan, proses evakuasi ini juga dilakukan bekerja sama dengan Tim Bimbingan Ibadah (bimbad) PPIH untuk memastikan jamaah memenuhi syarat dan kewajiban umrah dan haji. Sebelum diberangkatkan, jamaah dipakaikan ihram di KKHI, lalu mendapat bimbingan dari konsultan ibadah.
Konsultan ibadah PPIH Tulus Sastrowijoyo menjelaskan bahwa kedua jamaah tersebut selanjutnya tetap berhenti di Masjid Bir Ali untuk menjalani miqat.
Baca juga: Sopir Bus Diberi Surat Imbauan 3 Bahasa untuk Berhenti di Bir Ali
"Di Bir Ali, petugas bimbad akan datang ke ambulans dan membimbing niat serta bacaan talbiah, lalu langsung menuju Makkah," kata Tulus kepada Tim Media Center Haji (MCH).
Setibanya di Makkah, kedua jamaah haji akan diserahkan ke KKHI dan bimbad setempat. Nantinya akan diputuskan apakah mereka bisa melanjutkan ibadah haji sendiri atau dibadalkan.
Baca juga: Masjidil Haram Gelar Salat Gerhana Bulan
Jika kondisinya masih belum stabil, kedua jamaah haji yang sakit akan menjalani safari wukuf di Padang Arafah. Mereka akan diantar ambulans ke Arafah untuk wukuf yang merupakan rukun haji.
Tulus mengatakan bahwa bimbingan jamaah haji dalam proses evakuasi ini merupakan salah satu upaya dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan kemabruran ibadah haji jamaah Indonesia.
(Hantoro)