JEDDAH - Usianya memang baru sekira 18 tahun. Hal itu juga terlihat dari wajahnya yang masih sangat muda di antara jamaah haji asal Banten, yang baru keluar dari jalur fast track Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Muhammad Rauf Islami Pasha memang merupakan salah satu calon haji termuda dari Pandeglang, Banten. Pemuda yang biasa disapa Rauf ini datang bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya.
Rauf lahir pada 24 Agustus 2000. Bila dihitung, itu artinya dia berhaji pada umur 18 tahun. Dirinya memang didaftarkan haji sejak masih kecil. Dia mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan ke Tanah Suci pada usia muda.
"Bersyukur bisa ke sini," ujar dia kepada Media Center Haji (MCH) sesaat usai mendarat di bandara Jeddah, Kamis (26/07).
Rauf menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Islam, Pandeglang. Jurusan yang dipilih adalah penghapal Alquran. Sebanyak 7 juz Alquran sudah terpatri di kepalanya. Menjadi hafiz memang sudah cita-cita anak kedua dari tiga bersaudara ini. Doa ini yang akan dia panjatkan di Tanah Suci.
"Ingin berdoa cepat bisa hapal Alquran semuanya. Jadi anak soleh," dia mengungkapkan.
Kemampuan keuangan orang tua yang membawa Rauf bisa ke Tanah Suci pada usia cukup muda.
"Karena waktu itu daftar lama bisa 7 sampai 10 tahun. Jadi inisiatif mendaftarkan sejak kecil. Jadi pas Baliqh bisa berangkat," ujar sang ayah Asep Baeni.
Meski berhaji di usai muda, dia meyakini Rauf bisa melaksanakan semua tata cara berhaji. Pengetahuan tersebut didapatkan dari pesantren tempat anaknya belajar. Apalagi persiapan mental maupun fisik sudah dia berikan jauh-jauh hari. "Seperti ibadah, berolah raga pagi-pagi," ungkapnya.
Lia Fitriani, ibu Rauf juga memiliki harapan dengan kepergian anaknya berhaji. Dia bercita-cita agar Rauf menjadi anak soleh dan bisa menjadi sebagai penghapal Alquran. Serta bisa mengikuti jejak sang kakek yang merupakan kyai di daerahnya.
"Kakeknya ada yang merupakan kyai. Namanya Kyai Haji Zainuddin. Jarang pula ada yang pergi haji di usia muda," tandasnya.
(Awaludin)