MAKKAH - Kuota jamaah haji Indonesia telah ditambah sebanyak 10.000 pada tahun ini. Walau demikian, penambahan jamaah tersebut diyakini tidak membuat kepadatan bertambah.
"Penambahan jamaah haji tidak membikin kepadatan bertambah," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Nizar di Makkah, Selasa (30/7/2019).
Kementerian Agama, kata dia, telah meminta tambahan ruang atau maktab. Maktab mengurus pembagian kavling di Arafah dan Mina, termasuk pemondokan dan akomodasi jamaah haji.
"Kita minta tambah maktab lagi dan wilayah baru lagi. Kita dapat tiga tambahan maktab," ujar dia.
Baca Juga: Nenek Nurzanah Gigih Jual Gorengan hingga Bisa Berangkat Haji
Sebanyak tiga maktab yang diberikan untuk jamaah Indonesia tersebut seharusnya dialokasikan untuk jamaah dari negara lain.
"Mestinya untuk negara lain. Dari negara Turki, China, dan Afrika. Khusus Afrika, karena ada problem kesehatan, karena tidak boleh memberangkatkan jamaah. Setiap maktab itu berisi 3.000 jamaah," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)