MAKKAH - Bus yang digunakan untuk angkutan salawat wajib berusia di bawah lima tahun seperti dijanjikan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
"Dari sisi umur yang dijanjikan oleh Kementerian Agama di bawah 5 tahun, malah ada yang 2020 kan tadi masih ditutup plastik," kata Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono saat memantau fasilitas bus salawat jamaah haji di Makkah, Minggu (4/8/2019).
Ada sejumlah bus memang terhitung rilis tahun 2020. Di Arab Saudi, kendaraan yang terdaftar di ataa bulan Juli, akan dihitung ke tahun berikutnya. Bahkan, kursi di sejumlah bus masih tertutup plastik karena memang baru tahun ini digunakan.
Dengan mudanya usia bus, dia mengatakan, Jamaah haji Indoneaia bisa merasakan betapa bagusnya pelayanan transportasi pada haji tahun ini. Dan setiap rute diisi dengan jumlah bis yang cukup banyak, di mana tersedia 450 bus dan 407 sudah dioperasikan.
"Tidak over load jadi load factor-nya masih memenuhi, jadi cukup nyaman," kata dia.
Baca Juga: Ini Jadwal Lempar Jumrah untuk Jamaah Haji Indonesia
Baca Juga: Perbandingan Jumlah Jamaah Haji Wafat dengan Periode Sebelumnya
Dia menjelaskan, sidak yang dia lakukan beraama tim pengawas di bidang transportasi hasilnya sangat bagus. Dia mengatakan, masyarakat puas dengan layanan bus salawat.
"Karena mereka menunggu tidak lebih dari 5 menit. Satu prestasi yang luar biasa bagus bagi kementrian agama dan sudah mengkoordinir semua sektor perhubungan dengan bagus . Begitu sampai di terminal juga kami tanyakan kepada masyarakat semuanya puas termasuk dari layanan kesehatan dan sebagainya cukup bagus," kata dia.
(Angkasa Yudhistira)