Kisah di Balik Pasukan Langit Lawan Panas & Angin Puting Beliung

Widi Agustian, Jurnalis
Selasa 27 Agustus 2019 02:33 WIB
Petugas Haji 2019 (Foto: Okezone/Widi)
Share :

MADINAH - Terminal Hijrah merupakan salah satu titik strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji. Di sini, semua bus yang mengangkut jamaah haji dari Makkah menuju Madinah wajib singgah.

Di Terminal Hijrah ini, bus-bus yang mengangkut jamaah haji, termasuk yang dari Indonesia didata. Ada sekira 14 petugas haji yang bertugas di sini, secara bergantian alias shift.

Walau begitu, ada sebuah kondisi yang tampaknya tidak biasa. Namanya terminal, di Indonesia saja kondisinya panas dan berdebu. Apalagi di Arab Saudi.

Kondisi dengan cuaca panas, bahkan hingga mencapai 45 derajat celcius, harus dihadapi saban hari. Lebih-lebih, tidak ada ruangan khusus untuk para petugas tersebut.

Sebutan "Pasukan Langit" yang biasa dilekatkan ke tim khusus ini tampaknya tidak berlebihan. Petugas ini harus rela diterpa panas matahari seharian dan diserbu debu.

"Kita harus bisa menyesuaikan dengan cuaca di manapun kita berada," kata Ketua Sektor Khusus Bir Ali dan Hijrah (Birhij) Sahbudin di Terminal Hijrah, Madinah, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Buku Manasik Akan Kupas Lengkap soal Lempar Jumrah

Belum lagi dengan adanya angin puting beliung yang beberapa kali melanda Terminal Hijrah. Para petugas ini harus tetap bisa menjaga dirinya dengan baik di samping tanggung jawab melaksanakan tugas terlaksana.

"Sudah dua kali terjadi angin puting beliung. Bahkan sampai kursi-kursi yang ada di tenda terbongkar dan berterbangan," jelas dia. Padahal, kursi-kursi yang dimaksud adalah kursi yang terbuat dari besi berlapis alumunium.

Kerja tim khusus ini pun disanjung oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar. "Saya bisa melihat secara langsung bagaimana teman-teman yang bertanggungjawab di Terminal Hijrah bekerja dengan baik," jelas Nizar.

"Butuh komitmen, walau cuma hanya kontrol jumlah bus," lanjut dia.

Secara sederhana, dia menggambarkan tugas yang dilakukan tim kecil ini. Yakni, memastikan bahkwa bus-bus yang berangkat di Makkah tiba seluruhnya di Madinah.

Selanjutnya, bus tersebut akan didata, baik itu nomor bus hingga asal kloter dan embarkasi. Selanjutnya tim ini akan berkoordinasi dengan tim terkait di Kota Madinah.

"Sehingga panitia penyelenggara (petugas) yang di hotel langsung bisa mempersiapkan segala sesuatunya," ungkap dia.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya