MADINAH - Jamaah haji dari dua kelompok terbang (kloter) dari embarkasi Banjarmasin (BDJ) mengalami keterlambatan kepulangan akibat terjadi delay penerbangan.
Kloter 10 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 10) mengalami delay selama hampir 4 jam, atau tepatnya 3,45 jam. Di mana jadwal awal terbang pada Senin pukul 10.30 WAS diubah menjadi 14.15 WAS.
Kloter 9 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 9) bahkan mengalami delay hampir 10 jam. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA8209 rencananya terbang Minggu (1/9/2019) pukul 22.30 WAS, tapi kemudian pesawat dijadwalkan terbang Senin (2/9/2019) pukul 08.30 WAS.
"Ada masalah teknis," kata Kepala PPIH Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, Minggu (1/9/2019) malam.
Lebih jauh dia mengatakan, masalah teknis yang dimaksud terjadi pada pesawat. Di mana pesawat tersebut mengalami kendala teknis di bandara transit, Bandara Kualanamu. Akibat delay pada BDJ 9, seluruh jamaahnya diinapkan kembali di hotel yang berada di luar daerah Markazia.
"Untuk kasus delay, kita ada kontrak yang disepakati dengan maskapai. Kalau lebih dari enam jam, maskapai harus menyiapkan akomodasi dan kebutuhan lainnya," kata dia.
Garuda Indonesia, sebagai maskapai penerbangan terkait juga sudah pernah memberikan fasilitas akomodasi akibat delay kepada jamaah yang terbang pulang melalui Bandara Jeddah.
Dia menjelaskan, sebenarnya pemberitahuan akan delay ini sudah dilakukan saat jamaah haji masih berada di hotel asalnya. Tetapi, hotel terkait tidak bisa memfasilitasi lebih lama, sehingga jamaah dipindahkan ke hotel lain.
"Jadwal sudah tertata, misalnya jamaah harus keluar hari Minggu jam 1 siang, tidak bs ditahan. Karena jam dua atau tiga akan ada jamaah baru yang akan masuk," tutur dia.
(Khafid Mardiyansyah)