KBRI Riyadh juga sudah menyampaikan detail laporan kepada Kemenlu RI untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Kementerian Agama RI untuk finalisasi administratif terkait penyampaian dana santunan kepada para korban luka berat dan cacat permanen serta para ahli waris korban meninggal dunia.
"Hampir tiap minggu para keluarga ahli waris di Indonesia menghubungi kami lewat Facebook, WA, atau medsos yang lain mempertanyakan kapan realisasi santunan Raja Salman tersebut. Selalu kami jawab bahwa sejak kami mulai bertugas di KBRI Maret 2016 akan selalu prioritaskan untuk menyelesaikan kasus crane dengan melakukan upaya komunikasi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi," tegas Dubes Maftuh Abegebriel, Senin (2/9/2019).
Baca juga: Somalia Belajar Manajemen Haji dari Indonesia
"Ketika kami baru bertugas dua bulan di Saudi pernah dipanggil ke Istana Raja dan pada waktu langsung kami sampaikan harapan para ahli waris korban crane kepada Diwan Malaki (Royal Court) yang merupakan Kantor Raja Salman," jelas dia.
Dalam beberapa nota diplomatik yang diterima KBRI Riyadh dari Kemenlu Saudi dijelaskan bahwa sebenarnya penyelesaian pembayaran santunan Raja Salman untuk para WNI yang menjadi korban baru akan diberikan setelah selesainya proses fatwa waris dari masing-masing korban meninggal.
Baca juga: Sensasi Menggigit Daging Kambing yang Dibakar di Atas Batu
Namun akhirnya, Kerajaan Arab Saudi memutuskan memberikan kemudahan-kemudahan kepada Indonesia dengan merealisasikan penyerahan cek tersebut sebelum selesainya finalisasi fatwa waris yang sekarang masih dipersiapkan oleh Kemenag RI.
Dubes Maftuh sangat mengapresiasi kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi dan tidak lupa mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada Kedutaan Arab Saudi di Jakarta yang selalu melakukan kolaborasi kerja sama untuk menuntaskan santunan yang merupakan kepedulian Raja Salman kepada bangsa Indonesia. Penyelesaian cek untuk Indonesia diberikan pertama oleh Saudi sebelum negara-negara yang lain.
"Alhamdulillah, semua dilancarkan oleh Allah," tegas Dubes yang juga staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.