Athar mengaku, ia mengerti jika perjalanan dibatalkan karena masalah COVID-19
“Uang bagi kami memang penting. Namun itu tak sepenting koneksi spiritual dan memberi anak-anak pengalaman umrah,” terang Athar.
Saat ini, lanjutnya, ia hanya berharap anak-anaknya tetap bisa umrah. "Kami terus berdoa agar kami bisa umrah."
Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam setempat, Faizan Syed mengatakan, sebanyak 70 siswa dari sebuah sekolah Islam setempat sedang merencanakan umrah untuk liburan musim semi mereka.
“Sekarang dengan larangan umrah sementara. Maka bisa saja mereka umrah, bisa saja tidak. Ini cukup membuat stres. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Syed.
(Dyah Ratna Meta Novia)