Kesehatan jamaah haji dan umrah jadi persyaratan penting sebelum mereka melakukan ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci. Salah satu penyakit yang sering menjangkit adalah influenza dan meningitis. Guna mencegah penyakit tersebut, biasanya para jamaah disarankan untuk melakukan vaksin terlebih dahulu.
"Melengkapi vaksinasi sebelum naik haji sangat penting untuk mencegah risiko penularan penyakit dan membawanya ke Indonesia. Vaksinasi yang diwajibkan saat ini adalah meningitis dan influenza," kata Ketua Perhimpunan Kedokteran Haji Infonesia (PERDHOKI), Muhammad Ilyas saat diskusi Manfaat Vaksinasi Infulenza untuk Optimalisasi Kesehatan Jamaah Haji dan Umrah di Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Ilyas mengatakan, pentingnya vaksinasi memiliki beberapa tujuan di antaranya pertama, penyakit yang sebelumnya hanya ada di bagian negara tertentu bisa menyebar atau menular ke warga dari negara lainnya.
Kedua, terdapat jamaah lain yang berasal dari daerah endemi penyakit tertentu. "Maka dari itu Pemerintah Arab Saudi pun bekerja sama dengan negara-negara di dunia, untuk memastikan warganya telah mendapatkam vaksin sebelum masuk ke Tanah Suci," terangnya.
Sementara itu Kasubit Karantina Kementerian Kesehatan, Benget Saragih menuturkan, Indonesia telah memiliki kapasitas untuk mendeteksi, mencegah, dan merespon ancaman penyakit maupun faktor resiko kesehatan baik yang ke luar maupun yang masuk ke negara ini. Salah satu upayanya adalah dengan vaksinasi.
"UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan telah diberlakukan di Indonesia, salah satunya adalah setiap awak personel dan penumpang yang datang atau berangkat ke negara endemis, negara terjangkit atau negara yang mewajibkan adanya vaksinasi, wajib memiliki sertifikat vaksinasi internasional yang masih berlaku," katanya.
Diharapkan sebelum pergi ke Tanah Suci para calon jamaah melakukan tes kesehatan secara detail, hingga melakukan vaksinasi.
"Vaksinasi influenza dan meningitis umumnya memang belum diwajibkan. Namun para calon jamaah haji dan umrah diharapkan dapat melakukan vaksinasi lebih dulu, untuk mencegah tertularnya virus," tutur Benget.
Di sisi lain Dewan Pembina PP PERDHOKI, Firdiansjah mengatakan, pemeriksaan kesehatan jadi syarat utama untuk memastikan perjalanan ibadah haji dan umrah selalu aman.
(Dyah Ratna Meta Novia)