Wabah Virus Corona, Ini Seruan Ketua Umum PBNU

Novie Fauziah, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2020 16:52 WIB
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siraj mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk berserah diri kepada Allah dalam menghadapi musibah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kepada seluruh umat Islam pada umumnya agar kita selalu berserah diri kepada Allah, meningkatkan thaqatul (potensi) kepada Allah. Menebarkan iman kita kepada Allah dengan dasar Qul lay yusibana illa ma kataballahu lana huwa maulana wa 'alallah. (Artinya) Katakanlah :Sekali kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah," ujar Kiai Said dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Sabtu (21/3/2020).

Lebih lanjut, kata dia, adanya wabah corona sudah menjadi kehendak Allah dan tidak semestinya manusia, khususnya umat Islam, terlalu khawatir atas wabah tersebut yang saat ini tengah menjangkit di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Walaupun kita menghindar, kalau Tuhan menghendaki kita tertimpa sesuatu tersebut, maka kita tidak akan bisa menghindar. Tapi sebaliknya, walaupun kita ada di tengah-tengah musibah wabah, kalau Tuhan belum menghendaki kita terkena wabah tersebut, kita akan selamat. Oleh karena itu mari kita tingkatkan iman, tawakal, ridha menerima ketentuan Allah di saat-saat kita sedang berada keadaan prihatin dengan adanya wabah COVID-19 yang kita alami sekarang ini," tuturnya.

Akan tetapi, kata Kiai Said, manusia pun harus berikhtiar atau berusaha karena itu semua adalah perintah dari Allah. "Allah perintah kepada kita agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu agar terhindar dr marabahaya. Tidak boleh kita menyerah begitu saja, jangan kamu celakakan dirimu sendiri," ucapnya.

Kiai Said bilang, walau segala sesuatu sudah ditakdirkan namun tetap saja manusia harus berikhtiar, khususnya mengindari wabah penyakit seperti virus Corona. Perbuatan ini juga pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab.

Kala itu Umar akan hendak pergi ke Damaskus. Namun di tengah-tengah perjalanan, ia mendengar bahwa tempat yang akan ditujuannya sedang terjadi wabah penyakit, yaitu disebut thaun anwas dan Sahabat Rasulullah itu mengurungkan niatnya.

"Maka beliau segera kembali ke Madinah. Mengurungkan perjalanannya ke Damaskus. Ketika ada yang tanya (kepada Umar), kan sudah takdir Allah? Namun Umar menjawab: Kami menghindari dari takdir tertentu menuju ke takdir yang lain dan thaun anwas sudah memakan ribuan sahabat menjadi korban, wafat, termasuk gubernur Syam waktu itu, Sayyidina Abu Ubaidah," tuturnya.

Kemudian, Kiai Said meminta agar umat Islam berikhtiar secara batin, yaitu meperbanyak doa kepada Allah. Doa yang dimaksud adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Artinya: “Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya