Gus Dur membuka salam dengan mengucapkan ”Ni hou...” Langsung saja, ruang itu dipenuhj gelegar tepuk tangan.
Setelah itu, Gus Dur berpidato dalam bahasa Inggris, menyatakan bahwa dia tidak bisa berbahasa China, tetapi ia memiliki hubungan dengan China.
Putrinya (Yenny Wahid) adalah sinolog (ahli China) lulusan UI. Kemudian Gus Dur melanjutkan, bahwa salah seorang nenek moyangnya adalah migran China bermarga Tan yang datang ke Indonesia sekitar 500 tahun lalu.
Sontak di semua orang yang ada di dalam ballroom itupun kembali menggelegar oleh tepuk tangan undangan.