3 Ibadah yang Sangat Dicintai Allah Ta'ala

, Jurnalis
Kamis 11 Juni 2020 16:28 WIB
Ilustrasi sholat. (Foto: Dok Okezone)
Share :

BANYAK riwayat hadis tentang fadhail amal yang menjelaskan tentang amalan yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun, para ulama hadis berkata bahwa jawaban Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis-hadis tersebut disesuaikan dengan sang penanya.

Asma binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam 'Ibadah yang Paling Dicintai Allah' menyebut ada belasan ibadah yang sangat dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Dari yang belasan itu, Asma menempatkan urutan pertama adalah iman kepada Allah; kedua, silaturahim; dan ketiga, amar makruf serta nahi munkar.

Sementara dalam tulisan ini dibahas ibadah yang sangat dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. berikut ini pemaparannya, sebagaimana dikutip dari Sindonews, Kamis (11/6/2020):

Faraidh

Menurut Asma, ibadah yang sangat dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala, selain iman kepada-Nya, silaturahim, amar makruf dan nahi munkar, adalah faraidh (kewajiban). Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda menyampaikan berita dari Rabb-nya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ عادى لي وليًا فقد آذنتُهُ بالحرب وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيءٍ أحبَّ إليَّ مما افترضْتُ عليه)) [أخرجه البخاري].

Artinya: "Siapa yang memusuhi wali-Ku maka sungguh ia mengumumkan perang dengan-Ku, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaku dengan sesuatu yang lebih kucintai dari yang Kuwajibkan kepadanya." (HR Al Bukhari).

Wali-Ku yang dimaksud adalah wali Allah Subhanahu wa ta’ala. Mereka adalah orang yang berilmu, selalu taat kepada-Nya, ikhlas dalam ibadah-Nya.

Firman-Nya: "Dari yang kuwajibkan kepadanya": Faraidh: Masuk di bawah lafaz ini semua kewajiban, fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, serta kewajiban yang zahir, yaitu perbuatan seperti wudu, salat, zakat, zakat fitrah, puasa, ihram, haji, dan jihad fi sabilillah.

Tazkiyah (pembersihan diri, meninggalkan) seperti zina, membunuh, meminum arak, riba, memakan daging babi, serta lainnya berupa segala yang diharamkan dan keji yang tampak darinya dan yang tersembunyi.

Kemudian kewajiban yang batin (tidak tampak) seperti mengetahui Allah Subhanahu wa ta’ala, mencintai-Nya, tawakal kepada-Nya, dan takut dari-Nya.

Asma mengatakan, menunaikan kewajiban adalah ibadah yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala dan yang paling kuat mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam melaksanakan kewajiban menurut cara yang diperintahkan berarti menjunjung perintah, menghormati yang menyuruh, mengagungkan-Nya dengan tunduk kepada-Nya, menampakkan keagungan rububiyah, dan merendahkan ubudiyah. Maka mendekatkan diri dengan hal itu adalah ibadah yang paling agung.

Kewajiban yang paling dicintai adalah salat dalam waktunya. Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu, ia berkata: "Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, 'Apakah ibadah yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala? Beliau menjawab, 'Sholat dalam waktunya'."

Menurut Ibnu Baththal, hadis ini menjelaskan bahwa memulai sholat di awal waktunya lebih utama daripada menundanya, karena sesungguhnya disyaratkan padanya bahwa amal yang paling dicintai adalah bila dilaksanakan dalam waktunya yang dianjurkan.

Sementara menurut Ath-Thabari, sesungguhnya orang yang menyia-nyiakan sholat yang diwajibkan hingga keluar waktunya tanpa ada udzur, padahal mudah melaksanakannya dan besar keutamaannya, maka ia lebih menyia-nyiakan bagi yang lainnya.

Maka mengeluarkannya dari waktunya adalah haram, dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

قال الله تعالى: ﴿ فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

[ الماعون:4-5]

Artinya: "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya." (QS Al Ma’uun: 4–5)

Lalu firman-Nya: "Bagi orang-orang yang salat" yaitu orang-orang yang melaksanakan sholat, kemudian mereka lalai darinya. Bisa jadi meninggalkannya sama sekali dan bisa jadi melalaikannya dari waktunya yang sudah ditentukan secara syara’ maka ia mengeluarkannya dari waktunya secara menyeluruh.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia berkata: "Orang-orang yang menundanya dari waktunya. Dari Abul ‘Aliyah: Mereka tidak melaksanakannya dalam waktu, tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya."

Orang-orang yang lalai dari sholatnya, bisa jadi dari waktunya yang pertama, maka mereka menundanya hingga akhirnya secara terus-menerus atau biasanya, bisa jadi lalai dari menunaikannya dengan rukun-rukunya dan syarat-syaratnya menurut cara yang diperintahkan, bisa jadi lalai dari khusyuk dan tadabur terhadap makna-maknanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya