JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat agar tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona atau Covid-19, sehingga kondisi kehidupan bisa kembali normal.
“MUI sangat mengharapkan kepada seluruh anggota masyarakat agar benar-benar disiplin dalam mematuhi protokol medis yang ada,” kata Sekretaris Jenderal MUI KH Anwar Abbas kepada Okezone, Kamis (11/6/2020).
“Ini penting karena dengan cara seperti itulah kita akan bisa memutus mata rantai penularan Covid-19, sehingga dengan demikian diharapkan kehidupan masyarakat akan bisa cepat kembali normal, roda kehidupan ekonomi akan dapat berputar lagi seperti semula,” tambah Anwar.
Kasus corona di Indonesia masih tinggi. Hingga, Rabu 10 Juni kemarin, tercatat kasus positif Covid-19 sudah mencapai 34.316 orang, ada penambahan 1.241 orang. Ini rekor tertinggi penambahan kasus baru sejak pasien corona pertama diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020.
Jumlah pasien sembuh dari corona di Tanah Aceh kini tercatat 12.129 orang dan yang sudah meninggal 1.959 orang.
Baca juga: Dahsyatnya Istigfar, Ini 5 Makna Luar Biasa di Balik Kalimat Astagfirullah
Anwar mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin mengikuti protokol kesehatan menyusul maraknya aksi pengambilan paksa jenazah pasien terkait Covid-19 di sejumlah daerah seperti di Sulawesi Selatan, Bekasi, dan Jawa Timur.
Menurut Anwar, negara harus mengatur jangan sampai jenazah pasien Covid-19 ditangani sembarang oleh orang tak berkompeten.
“Negara harus hadir untuk mengaturnya karena itu menyangkut kemashlahatan orang banyak. Adalah sangat berbahaya jenazah Covid-19 ditangani oleh orang yang tidak punya ilmu dalam mengurusnya,” katanya.
“Kenapa mereka ambil paksa? Tentu ada sebabnya. Apa kira-kira yang menjadi penyebabnya, salah satunya karena ada jenazah yang dinyatakan terkena Covid, padahal hasil swabnya yang didapat setelah jenazah dikuburkan ternyata negatif. Apa hal ini tidak membuat masyarakat curiga dan macam-macam,” tuturnya.
(Salman Mardira)