‎Kenapa Manusia Banyak Terlena di Jalan Neraka?

, Jurnalis
Rabu 24 Juni 2020 13:30 WIB
ilustrasi (stutterstock)
Share :

Menonton tayangan acara di televisi, berselancar di duni maya, ‎bercanda ria di media sosial lebih kita dahulukan daripada membaca al-Qur’an ‎atau menambah ilmu dengan membaca buku-buku yang bermanfaat. ‎

Meraup keuntungan berlipat dalam berdagang, dengan tidak ‎memedulikan halal haram, menjadi fenomena umum, daripada mencari rezeki ‎yang halal dan berkah. ‎

Bangga dengan kedudukan dan jabatan serta status sosial yang tinggi ‎di masyarakat, lebih dicari daripada mulia dan terhormat di hadapan Allah. ‎Inilah kenyataan hidup yang kita saksikan saat ini.‎

Jalan menuju kesenangan duniawi memang lebih memesona sekaligus ‎melenakan. Sedangkan jalan menuju kebahagiaan ukhrawi begitu sulit, terjal ‎dan mendaki. Bagi para pencari kesenangan sesaat nan semu, pesona dunia ‎begitu merayu, hingga membuat mereka jatuh dalam pelukan nafsu. Akhir dari ‎perjalanan mereka adalah kesedihan dan kesengsaraan tak berujung.‎

Bagi para pencari kebahagiaan sejati, mereka akan tetap ‎melangkahkan kaki meniti jalan Ilahi yand diridlai Allah, meski duri di kanan ‎kiri. Tak peduli terjal dan mendaki, tak menjadi soal susahnya melangkah, ‎bahkan hingga berdarah-darah, yang terpenting adalah mendapat ridla Allah. ‎Jalan menuju kebahagiaan abadi memang susah dan melelahkan. Tetapi akhir ‎dari perjalanan itu adalah kenikmatan dan kebahagiaan.‎

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya