Termasuk Perbuatan Dibenci Allah, Ini 3 Ganjaran bagi Pelaku Namimah

Novie Fauziah, Jurnalis
Selasa 21 Juli 2020 16:22 WIB
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
Share :

3. Tak akan masuk surga

Rasulullah bersabda:

عَنْ هَمَّامِ بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ: كَانَ رَجُلٌ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الْأَمِيرِ، فَكُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ الْقَوْمُ هَذَا مِمَّنْ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الْأَمِيرِ، قَالَ: فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَيْنَا فَقَالَ حُذَيْفَةُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ»

Artinya: “Dari Hammâm bin al-Hârits, dia berkata, “Dahulu ada seorang laki-laki yang menyampaikan berita kepada amir (gubernur). Kami sedang duduk di dalam masjid, orang-orang mengatakan, “Orang ini biasa menyampaikan berita kepada amir”. Dia datang dan duduk dekat kami, maka Hudzaifah berkata, “Aku telah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang melakukan namîmah,” (HR. Muslim, no. 105).

Lebih lanjut, menjauhi perilaku namimah di era digital dan modern pada saat ini membutuhkan tekad kuat dan istiqamah kesabaran. Sebab dengan kemudahan media sosial bagi semua orang dapat mengakibatkan cerita fakta atau hoaks, berita baik atau jelek, bahkan aib seseorang yang didapatkan dengan copy paste dan share ulang.

“Banyak kerusakan-kerusakan akibat namimah apapun tujuan awalnya, pasti berujung pada kerusakan dan ketidakstabilan sosial, yang berakibat fitnah dan kebenciaan, su'udzon (prasangka jelek) yang berakibat terputusnya silaturahim dan kerugiaan di mana-mana, karenanya jauhilah dan tinggalkan, atau bersiap menerima azab Allah jika masih ngotot di dalamnya, naudzubillah min dzalik,” tandas Ustadz Ainul.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya