MANUSIA hidup di dunia pasti dikelilingi dengan segala kesibukan dan rutinitas, termasuk di dalamnya kebahagiaan di dunia. Hal ini yang kemudian menjadikan adanya harapan, yang seolah harus dikejar karena merupakan target pencapaian selama manusia itu hidup.
Namun ada kalanya manusia terlalu mengejar hal-hal duniawi, yang seakan mengesampingkan kehidupan di akhirat nanti yang lebih kekal.
Tak bisa dipungkiri, inilah penyakit dari setiap anak cucu Adam, dengan terlalu mencintai dunia dan seisinya. Segala macam pujian, kekayaan, dan pengakuan dari sesama manusia membuat tak sedikit manusia yang rela melakukan apa saja untuk mencapai hal duniawi tersebut, meski melalui kepura-puraan.
Dalam salah satu riwayat baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam disebutkan, bahwasanya terdapat golongan orang yang beribadah saleh, namun berujung pada masuk ke neraka. Dari tiga golongan tersebut, yang pertama yakni dari seorang qari, pengajar ilmu Alquran.
Masuknya ia ke dalam neraka yakni karena dirinya mengajarkan ilmu bukan karena Allah, melainkan karena menginginkan dirinya disanjung-sanjung dan dilabeli dengan sebutan orang yang alim.
Baca juga: Dear Orangtua, Begini Cara Tanamkan Tauhid kepada Anak
Yang kedua, yakni orang yang berjihad atau mujahid. Sebagaimana janji Allah, seorang mujahid akan mendapatkan ganjaran pahala dan dihadiahi surga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, golongan mujahid yang satu ini akan masuk ke neraka karena dirinya bukan murni berjuang di jalanNya, melainkan hanya ingin dianggap sebagai seorang pahlawan.
Yang ketiga, yakni orang yang berderma, atau yang suka berbagi kepada sesama. Golongan ini juga diseret ke neraka, karena dirinya hanyalah ingin digelari sebagai orang yang dermawan, bukan semata-mata berinfak dan bersedekah hanya untuk Allah,
Dari tiga golongan tersebut, dapat dipetik pelajaran bahwasanya segala perbuatan baik akan musnah dan percuma jika orientasinya adalah kepada dunia dan seisinya. Lalu, bagaimanakah agar tak keliru menafsirkan sikap yang termasuk pada mengejar dunia?
“Orang itu boleh berbuat baik dengan mengharap rizki dari Allah. Misalnya kita sholat ingin mendapatkan rizki, memang ini sebenarnya ikhlas tingkat rendah, tapi masih lumayan karena mengharapnya kepada Allah, mintanya langsung sama Allah bukan karena merengek atau menjilat kepada manusia," ucap Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV, Minggu (16/8/2020).
Lebih lanjut, dai lulusan Universitas Al-Ahgaff, Yaman ini kembali menjelaskan bahwa sebagai manusia kita tidak dilarang untuk menginginkan sesuatu di dunia, namun yang perlu ditekankan ialah jangan sampai kita terkagum-kagum secara berlebihan kepada ahli dunia, yang seakan merelakan semua demi mendapatkan hal duniawi tersebut. Jika ingin sesuatu dalam kehidupan ini, mintalah langsung kepada Allah Azza wa Jalla.