PEMERINTAH Indonesia dan Yaman memiliki kesaamaan visi dalam mengembangkan pendidikan Islam wasathiyah yang toleran dan membawa misi rahmatan lil 'alamin. Oleh karenanya, Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk membangun jalinan kerjasama pengembangan pendidikan Islam yang lebih erat dengan Republik Yaman.
Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan Duta Besar Republik Yaman Abdulghani Nassr Ali Al-Shamiri untuk Indonesia melalui sambungan video conference.
"Kami menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan Bapak Duta Besar, karena kita tahu Indonesia dan Yaman memang memiliki kesamaan dalam pengembangan Islam yang toleran, moderat, dan rahmatan lil 'alamin," kata Menag, dikutip dari website Kemenag, Selasa (25/8/2020).
Senada, Dubes Abdulghani mengapresiasi kerjasama erat yang selama ini terjalin antar kedua negara. Trutama terkait pengembangan pendidikan Islam. Dirinya juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Indonesia mengirimkan pelajar-pelajar untuk melanjutkan pendidikan di Republik Yaman.
Baca juga: Semua Masalah Insya Allah Tuntas dengan Membaca Doa Ini
Saat ini kata dia, tidak kurang dari empat ribuan pelajar Indonesia sedang menjalani pendidikannya di Republik Yaman. Mereka, lanjut Dubes, rata-rata belajar di Daarul Mustofa, Tarim atau pun Universitas Hadramaut.
“Saat ini mereka berada pada wilayah-wilayah yang aman dari konflik. Kami berharap apabila suasana sudah kondusif dan dunia telah aman dari pandemi, kerjasama pemberian beasiswa dan pengiriman pelajar ini dapat diteruskan,” tuturnya.
“Kami juga berencana mengirimkan pelajar kami ke beberapa perguruan tinggi keagamaan di Indonesia ,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Abdulghani pun bersedia mengirimkan tenaga pengajar dari Republik Yaman ke Indonesia untuk pengembangan pelajaran keagamaan dan bahasa Arab di lembaga-lembaga pendidikan Islam.