Bahaya Sering Sumpah Palsu, Ternyata Setara dengan Perbuatan Syirik

Nazmi Tsaniya, Jurnalis
Rabu 16 Desember 2020 04:45 WIB
Bersumpah palsu, memberi keterangan palsu maka hal itu setara dengan perbuatan syirik. (Foto:Ilustrasi/Ist)
Share :

JAKARTA –  Hati-hati dalam bersumpah sebab jika bersumpah palsu maka perbuatan itu setara dengan perbuatan syirik

Sumpah dilakukan untuk menghilangkan keraguan, membatalkan syubhat, menegakkan argumentasi, menekankan berita, dan mengikrarkan hukum.

Sumpah berasal dari bahasa Arab, Al-qasam dalam Al-Qur’an. Seorang muslim yang bersumpah, biasanya akan untuk menempati janjinya. Karena, dia bersumpah dengan membawa nama Tuhan.

Baca Juga: Pembagian Harta Waris Sesuai Tuntunan Al-Qur'an

Namun, zaman sekarang masih banyak orang bersumpah palsu. Orang yang bersumpah palsu ialah orang yang tidak bisa mengakui kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala. Orang-orang inilah yang selalu mengingkari sumpahnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Lantas, hukuman apa yang didapatkan bagi orang yang sering bersumpah palsu?

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan, bahwa sumpah palsu itu sama saja perbuatan syirik. “Kesaksian (sumpah) palsu atau perkataan dusta, mencuri, mengghibah, atau semua dosa yang bersangkutan dengan manusia, maka itu tidak cukup bertaubat kepada Allah.” Ujarnya dalam channel youtube Menara Islam pada Rabu (16/12/2020).

Baca Juga:  Karya Syaikh Ali Thantawi Soal Kematian yang Menggetarkan Hati

Para ulama bersepakat bahwa sumpah palsu itu hukumnya haram, dan merupakan dosa yang besar. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadis, yang dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam memasukkan sumpah palsu kedalam kategori dosa besar yang mengiringi syirik.

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shalallahu alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau shalallahu alaihi wa sallam menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allah,” dia bertanya lagi, “Kemudian apa?” beliau shalallahu alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian durhaka kepada orang tua,” dia bertanya lagi. “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan.” Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Rasulullah menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim.” (HR. Al-Bukhari no. 6255).

Baca Juga: Apa Itu Hujan Meteor? Alquran Sudah Menjelaskan di Surah As-Shaffat

Allah Subhanahu wa ta’ala juga menjelaskan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali-Imran : 77).

(Vitrianda Hilba Siregar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya