Dan Allah berfirman:
يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ “
(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam, ‘Apakah kamu sudah penuh?’ Dia menjawab, ‘Masih ada tambahan?’” [Qaaf/50: 30]
Melansir laman Almanhaj pada Senin (23/8/2021) menjelaskan Sesungguhnya beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan beriman ke-pada apa yang ada di dalamnya berupa pahala dan siksaan adalah sesuatu yang benar-benar mengarahkan prilaku manusia kepada jalan yang benar. Tidak ada satu undang-undang pun yang dibuat manusia, mampu menjadikan prilaku manusia lurus dan istiqamah sebagaimana yang dihasilkan oleh iman kepada hari Akhir.
Oleh karenanya, ada perbedaan yang sangat nampak antara prilaku orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, dia mengetahui bahwasanya dunia adalah ladang bagi kehidupan akhirat, juga mengetahui bahwasanya amal shalih adalah bekal hari Akhir.
Sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala:
sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: زَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ “… Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa….” [Al-Baqarah/2: 197]
Juga sebagaimana dikatakan oleh seorang Sahabat yang mulia ‘Umair bin Humam Radhiyallahu anhu :
رَكْضًا إِلَى اللهِ بِغَـيْرِ زَادٍ إِلاَّ التُّقَى وَعَمَلِ الْـمَعَادِ وَالصَّبْرِ فيِ اللهِ عَلَى الْجِهَادِ وَكُلُّ زَادٍ عُرْضَةُ النَّفَـادِ غَيْـرَ التُّقَى وَالْبِرِِّ وَالرَّشَادِ
Berlari (menghadap) Allah tanpa bekal, kecuali ketakwaan dan amal untuk hari Akhir.
Juga kesabaran dalam berjuang di jalan Allah, Dan setiap bekal pasti akan hancur.
Kecuali ketakwaan, kebaikan dan petunjuk.
Terdapat perbedaan antara prilaku orang yang keadaannya seperti itu dengan prilaku orang yang tidak beriman kepada Allah, hari Akhir dan apa yang ada di dalamnya berupa pahala dan siksaan. “Maka orang yang membenarkan adanya hari Akhir akan beramal dengan melihat timbangan langit bukan dengan timbangan bumi, dan dengan perhitungan akhirat bukan dengan perhitungan dunia.”
Dia memiliki prilaku yang istimewa di dalam kehidupannya, kita bisa menyaksikan keistiqamahan di dalam dirinya, luasnya pandangan, kuatnya keimanan, keteguhan di dalam segala cobaan, kesabaran di dalam setiap musibah, dengan mengharap pahala dan ganjaran, serta yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal.
(Vitrianda Hilba Siregar)