JAKARTA –Sayyidina Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok tegas, kuat dan gahar. Sahabat Rasulullah yang satu ini, sebelumnya adalah musuh Islam, ia sangat membenci Islam.
Banyak dari orang-orang muslim yang ketika itu menjadi pengikut Nabi Muhammad diperlakukan buruk oleh Umar. Bahkan adik kandungnya sendiri Fatimah binti Khattab dipukul hingga mengeluarkan darah segar dari wajahnya, lantaran menjadi pengikut Muhammad.
Namun siapa sangka, manusia berkepribadian keras ini luluh meneteskan air mata hingga membasahi pipi, disaat melihat kondisi Rasulullah saat tidur yang hanya beralas tikar daun pelepah kurma.
Baca Juga: Umar bin Khattab, Pembenci Islam yang Berubah Tunduk kepada Allah dan Jadi Sahabat Nabi
Dalam ceramah Ustadz Khalid Basallamah dalam akun Youtube sharesunnah.tv diceritakan bahwa ketika Umar mendatangi rumah Rasulullah, tiba-tiba Umar spontan meneteskan air mata.
Waktu Umar masuk ke rumah Rasulullah SAW, saat itu Rasul lagi berbaring tiba-tiba spontan Umar meneteskan air mata, menangis karena melihat kondis Nabi Muhammad SAW.
Rumahnya sederhana sekali, hanya ada beberapa perabot dan Rasulullah tidur di atas sebuah tikar terbuat dari pelepah daun kurma, dan tikar ini ada bolongnya, sehingga membuat sisi tanah itu menyentuh sisi kanan tubuh Rasulullah sehingga mengotori baju nabi. Tidur pun Rasulullah tidak menggunakan bantal karena cukup meletakan telapak tangannya saja di bawah pipinya.
Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab Disumpahi Seorang Pria, Reaksinya Tidak Terduga
Sayyidina Umar waktu melihat kejadian tersebut tiba-tiba menangis sambil mengucapkan salam.
Ketika melihat tangisan Sayyidina Umar, Rasulullah pun bertanya: “Mengapa engkau menangis, Wahai Umar?”.
Sayyidina Umar pun berkata, “ya Rasulullah sungguh raja yang berkuasa di Persia, salah satu Negara Adi Kuasa saat itu, dan Kaisar di Romawi Negara lain yang juga berkuasa di dunia ini pada saat itu” tutur Khalid.
“Mereka tidur di dipan-dipan yang empuk, mereka pakai baju-baju yang mewah, mereka di damping oleh dayang-dayang dan mereka juga duduk disekelilingnya penuh dengan buah-buahan dan beragam macam makanan,”
“Sementara Anda ya Rasulullah utusan Allah, Nabi kami, raja kami seperti ini keadaanya, artinya sederhana sekali dan tidur pun berbekas-bekas tanah,”
Lalu apa jawab Nabi Muhammad SAW kepada Umar bin Khattab? “Wahai Ibnu Khattab (maksudnya anak Khattab), apakah kau masih ragu dengan apa yang selama ini telah aku sampaikan, apakah kau masih ragu wahai Umar bahwasannya mereka memliki dunia (orang-orang kafir) yang kamu sebutkan itu dan kita memiliki akhirat. Apakah kau masih ragu semua dengan janji-janji Allah dan semua ancamannya, sampai akhirnya kau berkata seperti itu?”
"Ketahuilah wahai Ibnu Khattab bahwa Islam ini akan sampai ke pelosok muka bumi ini baik dengan kemuliaan atau dengan kehinaan,"
"Maksudnya akan masuk orang ke Islam dengan mulia tetapi ada juga yang masuk Islam dengan cara terhina, masuk akhir zaman nanti akan seperti itu,” jelas Ustad Khalid.
(Amril Amarullah (Okezone))