Kisah Pemuda Tampan di Zaman Rasulullah yang Gugur dalam Perang Uhud

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 28 Oktober 2021 11:44 WIB
Kisah pemuda tampan yang gugur di perang uhud (foto: Trendland)
Share :

JAKARTAHari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober ini, menjadi momentum mengenang kebangkitan pemuda pemudi Indonesia dalam melawan penjajahan melalui pemikiran-pemikirannya. Di zaman sekarang, sumpah pemuda seharusnya bisa menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki moral dan akhlak.

Dalam Islam, pemuda yang diidam-idamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ialah pemuda seperti Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang memerjuangkan agama Islam sampai titik darah penghabisan.

Sahabat Ibnu Abbas pernah menyatakan: ''Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya,''.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Kisah di Balik Pidato Takbir Bung Tomo yang Menggemparkan Penjajah

Pendakwah Ustadz Syam melalui channel YouTube iNews Religi, menjelaskan bahwa jika seorang pemuda ingin mencari teladan yang baik maka wajib menengok ke zaman Rasulullah.

Di zaman Nabi, hidup seorang pemuda bernama Mush’ab bin Umair. Ia termasuk salah satu pemuda yang baru mengenal Islam. Mush’ab bin Umair merupaakan pemuda tampan, terpandang dan terkaya di Kota Makkah.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Ini 5 Ulama Muda yang Berpengaruh di Indonesia

Ia sangat dicintai ibundanya. Dulunya, Mush’ab bin Umair merupakan penyembah berhala sebelum hijrah kepada Islam. Baca juga: Asal Usul Bubur Asyura dan Kisah di Baliknya Setelah Mush’ab bin Umair masuk Islam, ibundanya pun geram serya berkata kepadanya: "Hei anakku, tinggalkan agamamu, kalau kau tidak mau meninggalkan agamamu wahai anakku, maka ibu tidak akan mau makan, minum dan biarkan ibu di bawah teriknya matahari, sampai ibu mati karena ibu tidak rela karena engkau masuk Islam,” ucap ibunda Mush’ab bin Umair.

Lalu Mush’ab menjawab: "Ibuku, aku sayang kepadamu, aku cinta kepadamu, tapi walaupun engkau punya seratus nyawa dan seratus nyawa itu keluar dan engkau seratus kali mati, aku tidak akan pernah meninggalkan agamaNya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam,".

Setelah itu, saudara Mush’ab bin Umair mengancam beliau untuk menghentikan fasilitas yang sudah diberikan kepadanya. Mush’ab bin Umair bahkan diusir hingga hijrah ke Madinah. Pada akhirnya, Mush’ab bin Umair sampai pada suatu peperangan yaitu perang Uhud, di mana ia memegang bendera di bawah panji Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya