8. Mendapat kemuliaan diri
Dianugerahi kemuliaan diri, tidak mau direndahkan atau dilalaikan oleh dunia dan para pemiliknya. Interaksinya dengan dunia hanya sebatas di tangan, tidak sampai ke dalam hati, kecuali yang berkaitan dengan urusan akhirat.
Dirinya sadar akan ayat yang menyatakan, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka." (QS Al An'am: 32)
Baca juga: Kena Sihir Bisa Sembuh dengan Baca Doa Ini, Buya Yahya Ungkap Keutamaannya
9. Selalu diberi kelapangan dan kekayaan hati
Orang yang kaya hati lebih kaya dari orang yang kaya dunia. Hatinya selalu diliputi ketenangan, tidak kaget dengan ujian dan tipu daya makhluk, tidak sedih dengan kehilangan sesuatu, sebab hatinya yakin apa pun yang menimpa berasal dari Allah Subhanahu wa ta'ala, sedangkan Dia adalah Dzat yang dicintainya.
10. Hatinya selalu terang dengan cahaya, petunjuk, rahasia Allah, hikmah, dan ilmu
Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala, "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS Al Baqarah: 282)
11. Dicintai hingga dihormati
Dicintai, dihormati, bahkan disegani oleh makhluk, baik oleh orang alim maupun orang awam, baik orang yang baik maupun orang yang jahat. Sebab, Allah Subhanahu wa ta'ala meletakkan keagungan, kecintaan, dan karismatik pada dirinya, sehingga membuat orang lain segan dan tak berani melakukan sesuatu yang tak pantas.
12. Diberikan keberkahan dalam hidupnya
Keberkahan sendiri berarti bertambahnya kebaikan terhadap kebaikan yang ada. Keberkahan dalam ilmu, usia, harta, dan keturunan, misalnya. Makin banyak ilmunya, makin banyak amalnya. Makin banyak hartanya, makin banyak sedekahnya, dan seterusnya.
Baca juga: Hati-Hati Artis Suka Umbar Aurat, Ini Bahaya dan Ancamannya di Akhirat
13. Doanya mustajab dan pembicaraannya tajam
Tidaklah meminta sesuatu kecuali dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, tidaklah meminta satu pertolongan, kecuali akan ditolong. Tidaklah melontarkan satu sumpah, kecuali akan terjadi.
14. Permintaannya dikabulkan Allah Ta'ala
Dibukakannya kunci-kunci kekayaan langit dan bumi. Apa pun yang diinginkannya, terkabulkan. Ingin makanan tertentu, misalnya, niscaya Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengabulkannya, baik melalui perantara makhluk maupun perantara malaikat. Bahkan, hewan buas sekalipun tunduk kepadanya.
Dua keutamaan terakhir ini lebih sering disebut "karomah", artinya perkara luar biasa yang mengalir dari tangan orang-orang takwa, orang salih, takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, dan orang-orang yang dikasihi-Nya (wali). Sehingga bilamana perkara itu keluar dari selain orang takwa atau selain orang salih, maka bukanlah karomah, melainkan khidzlan, istidraj, atau idhlal. (Lihat: Al-Ghazali, Minhajul ‘Abidin, [Surabaya: Maktabah Muhammad ibn Ahmad], halaman 104–105)
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)