Syiar Islam di Rusia: Berawal dari Kota Derbent hingga Sempat Didiskriminasi Rezim Berkuasa

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Minggu 06 Maret 2022 08:38 WIB
Ilustrasi perjalanan syiar Islam di Rusia. (Foto: Freepik)
Share :

Pada tahun 922 Masehi, Kerajaan Bulgaria di Volga juga mengakui Islam sebagai agama resmi. Ketika itu pemerintahan mereka dipimpin oleh Almysh. Mayoritas Muslim di Rusia menganut ajaran Islam Sunni, yakni menjalani sunah-sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Alquran pertama di Rusia terbit di Kazan pada tahun 1801M. Sempat terjadi peristiwa di mana banyak masyarakat Rusia yang telah memeluk Islam berpindah ke Nasrani. Hal ini karena pemimpin Rusia saat itu menentang larangan meminum khamr yang diajarkan Islam. Padahal, khamr sendiri sudah menjadi bagian dari budaya Rusia.

Baca juga: Apes! Abu Nawas Diusir dari Kampungnya, Penyebabnya Gak Masuk Akal, Bikin Kesel! 

Baca juga: Bermakna Pemimpin Adil dan Bijaksana, Ini 10 Inspirasi Nama Anak Laki-laki Islami 

Adapun pada tahun 1917M, Vladimir Lenin sang pemimpin revolusi komunis melakukan diskriminasi terhadap umat Islam. Pendiskriminasian itu baru berakhir pada 1950 ketika Uni Soviet hancur.

Setelah negara tersebut berganti nama menjadi Rusia, barulah umat Islam mendapat hak dan kewarganegaraan. Diperkirakan saat ini ada sebanyak 9.000 masjid yang dibangun di Rusia, dan jumlahnya akan terus bertambah.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Berdoa, Ketika Susah atau Senang? 

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya