Cintai Bumi dengan Pemanfaatan Eco-enzym

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 21 April 2022 17:27 WIB
Cintai bumi dengan pemanfaatan eco-enzym (Foto: ist)
Share :

Beberapa pertanyaan muncul dari para pemirsa yang hadir menyimak pemaparan Aang. Salah satunya dari Reyka Sinta tentang bagaimana cara kerja eco-enzym sehingga bisa menjadi banyak manfaat. Aang menjawab bahwa eco-enzym ini produk fermentasi yang dilakukan selama 3 (tiga) bulan. Hasilnya sangat kaya sekali manfaat enzym dan asam. Semakin beragam kulit buah dan sayuran semakin banyak enzym yang diperoleh. Misalkan melakukan fermentasi hanya kulit jeruk, maka yang didapatkan hanya enzym kulit jeruk saja.

“Cairan eco-enzym mengandug banyak mikroba yang baik untuk pembersih atau disinfektan. Disinfektan ini akan bekerja sangat efektif dalam keadaan sangat encer. Eco-enzym akan bekerja dengan efektif saat ph-nya dijadikan normal yaitu pada Ph-7,” jelasnya.

Pertanyaan selanjutnya dari Nisa tentang apakah eco-enzym ini aman untuk sterilisasi di lab biologi. Aang menanggapi, bahwa eco-enzym untuk sterilisasi peralatan rumah tangga memang aman dan terbukti. Diperkuat dengan beberapa waktu lalu telah dilakukan sebuah penelitian di IPB. Bahkan menurutnya, eco-enzym ini bisa disemprotkan di wajah. Namun memang untuk penggunaan lab biologi harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Sebab terkadang sebuah laboratorium mengharuskan ruangan yang steril dari bakteri tertentu atau bahkan harus steril dari apapun.

Aang lebih lanjut menjelaskan apa yang ada di belakangnya adalah rumah pengolahan eco-enzym. Berbagai botol dan tong-tong besar pun nampak di belakang Aang sebagai latar belakang pada videonya saat memaparkan materi. Aang megatakan, eco-enzym ini tidak diperjual belikan, namun ini untuk memantik teman-teman untuk ikut terlibat dalam pemanfaatan bahan-bahan yang dianggap sampah, namun sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Untuk memulai mmbuat eco-enzym, Aang menyarankan untuk memakai wadah yang mulutnya lebar, seperti ember atau baskom. Kemudian bahan-bahannya adalah air, bahan organik (BO) dari potongan (bisa menggunakan kulit) sayuran atau buah-buahan dan gula pasir atau molase dengan perbandingan 10:3:1. Setelah dicampur kemudian selanjutnya disimpan minimal 3 bulan di tempat yang tidak terpapar matahari langsung.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya