2. Tukang Parkir Naik Haji Setelah 31 Tahun Menabung
Setelah 31 tahun menabung, akhirnya Bardi Syafii (53), warga Yogyakarta yang berprofesi sebagai tukang parkir, bisa naik haji. Ia bersama istri berangkat ke Tanah Suci pada Agustus 2016. Bardi mempunyai cita-cita untuk naik haji sejak 1985. Untuk mewujudkan niatnya, ia menabung untuk biaya naik haji bersama sang istri.
Saat itu, ia membuka lapak yang menjual koran dan rokok. Dalam sehari ia menyisihkan uang Rp500-Rp1.000. Ia pun rela berjualan sampai malam hari. Untuk membantu ekonomi keluarga, sang istri membuka warung lotek. Dari pendapatan istrinya, jumlah tabungan untuk naik haji semakin bertambah.
Pada 2001, untuk menambah penghasilan agar dapat menabung lebih banyak, Bardi bekerja sampingan sebagai tukang parkir di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta. Dari situ, ia memperoleh penghasilan Rp75.000-Rp100.000 per hari. Bardi mendaftar haji pada 2010. Selang 6 tahun kemudian, tepatnya 17 Agustus 2016, Bardi berangkat haji bersama sang istri.