JAKARTA - Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap umat Islam. Melaksanakan ibadah haji ini tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu. Selain dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, pelaksanaan ibadah haji juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Mereka yang tidak mempunyai uang lebih, tentu harus menabung lama, bahkan hingga puluhan tahun, guna dapat pergi ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji.
Berikut cerita unik jamaah haji yang menabung lama untuk pergi haji diolah dari berbagai sumber :
1. Menabung sejak 1965, Akhirnya Kakek 92 Tahun Naik Haji
Pada 2019, pasangan suami istri Haki (92) dan Satuni (72) berangkat menunaikan ibadah haji. Perjuangan mereka untuk ke Tanah Suci tidaklah mudah. Sejak 1965, Haki harus menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya.
Ia merupakan pedagang kaki lima yang menjual beraneka ragam pakaian. Di sela menafkahi keluarganya, Haki tak lupa untuk konsisten menabung.
Pada 2013, Haki mendaftarkan diri untuk naik haji ke Kantor Kementerian Agama Kota Malang dengan menggunakan uang hasil tabungannya. Jelang keberangkatannya, Haki menjaga kondisi kesehatan dengan minum madu serta vitamin. Anak ke-4 Haki, Muhammad Ghufron merasa bersyukur orangtuanya dapat berangkat haji.
2. Tukang Parkir Naik Haji Setelah 31 Tahun Menabung
Setelah 31 tahun menabung, akhirnya Bardi Syafii (53), warga Yogyakarta yang berprofesi sebagai tukang parkir, bisa naik haji. Ia bersama istri berangkat ke Tanah Suci pada Agustus 2016. Bardi mempunyai cita-cita untuk naik haji sejak 1985. Untuk mewujudkan niatnya, ia menabung untuk biaya naik haji bersama sang istri.
Saat itu, ia membuka lapak yang menjual koran dan rokok. Dalam sehari ia menyisihkan uang Rp500-Rp1.000. Ia pun rela berjualan sampai malam hari. Untuk membantu ekonomi keluarga, sang istri membuka warung lotek. Dari pendapatan istrinya, jumlah tabungan untuk naik haji semakin bertambah.
Pada 2001, untuk menambah penghasilan agar dapat menabung lebih banyak, Bardi bekerja sampingan sebagai tukang parkir di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta. Dari situ, ia memperoleh penghasilan Rp75.000-Rp100.000 per hari. Bardi mendaftar haji pada 2010. Selang 6 tahun kemudian, tepatnya 17 Agustus 2016, Bardi berangkat haji bersama sang istri.
3. 22 Tahun Sisihkan Penghasilan dari Mengayuh Becak
Matnazu Mucari Bungkas (71) berhasil mewujudkan impiannya naik haji. Selama 22 tahun, pria yang bekerja mengayuh becak ini tak lupa menyisihkan sebagian penghasilannya demi berangkat ke Tanah Suci.
Sehari-hari, ia menghabiskan waktu mengantar orang dengan becaknya guna mendapatkan penghasilan. Matnazu telah menjalani profesinya sebagai pengayuh becak sejak 1997. Meski penghasilan sebagai pengayuh becak tidak seberapa, namun Matnazu dapat mencukupi kebutuhan keluarganya.
Penghasilannya yang tak menentu ini tidak menyurutkan langkahnya untuk menabung agar dapat pergi haji. Sedikit demi sedikit uang yang dikumpulkannya terhimpun hingga akhirnya dapat digunakan untuk ongkos naik haji. Pada 2019, Matnazu berangkat naik haji yang tergabung dalam kloter asal kota Surabaya.
(Awaludin)