Bacaan Niat Haji Sesuai dengan Waktu dan Pelaksanaannya

Aulia Oktavia Rengganis, Jurnalis
Rabu 01 Juni 2022 15:50 WIB
Ilustrasi haji/ Doc: Okezone
Share :

Jakarta - Ibadah haji merupakan rukun Islam yang terakhir. Sebagai muslim yang taat tentunya berkeinginan mengerjakan semua rukun Islam, yakni syahadat, sholat, zakat, puasa, dan pergi haji.

Namun, tidak semua orang diwajibkan untuk melakukan ibadah haji. Orang yang diwajibkan untuk ibadah haji adalah orang yang mampu secara materi dan juga secara fisik.

Ibadah haji terbagi menjadi tiga macam, yaitu ifrad, qiran, dan tammatu'. Macam-macam haji tersebut berkaitan dengan waktu pelaksanaannya.

Hal ini karena setiap jemaah biasanya terbagi menjadi beberapa kelompok terbang, ada yang datang duluan dan berangkat berdekatan bulan Dzulhijjah.

Niat merupakan hal utama dalam beribadah. Niat tidak sempurna bila hanya dilafalkan tanpa dibatinkan dalam hati. Menurut Imam An-Nawawi, orang yang hanya melafalkan niat haji tanpa mengucapkan dalam hati, ihramnya tidak sah.

Sebaliknya, orang yang tidak melafalkan niat, tetapi mengucapkannya dalam hati, ihramnya tetap sah, karena pada hakikatnya niat itu dalam hati.

Niat haji perlu dibaca setiap muslim yang hendak menunaikan ibadah haji.

Adapun niat haji dan artinya adalah sebagai berikut:

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

Artinya: “Aku niat pelaksanaan haji dan berihram karena Allah SWT. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji.”

Berikut niat ibadah haji berdasarkan waktu pelaksanaannya:

1. Haji ifrad

Kata "Ifrad" sendiri bermakna menjadikan sesuatu itu sendirian, atau memisahkan sesuatu yang bergabung menjadi sendiri-sendiri. Haji Ifrad adalah ibadah haji yang dikerjakan terlebih dahulu, setelah itu melaksanakan umrah.

Ringkasnya, orang yang berhaji ifrad ialah orang yang menyelesaikan ibadah haji terlebih dahulu kemudian bisa melakukan umrah. Adapun niat haji ifrad dan artinya adalah sebagai berikut:

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku niat berhaji dengan ihram karena Allah ta'ala."

2. Niat Haji Qiran

Qiran adalah ibadah haji yang menggabungkan niat haji dan umrah secara bersamaan. Jemaah yang ingin melaksanakan haji qiran dikenakan dam atau denda menyembelih seekor kambing. Namun, jika tidak mampu, Jemaah harus menggantinya dengan berpuasa selama 10 hari.

Pelaksanaan ibadah haji ini dikerjakan pada bulan-bulan haji. Pelaksanaan tawaf, sa’i, dan tahallul untuk haji dan umrah hanya dilaksanakan satu kali atau sekaligus.

Selain itu, bagi jamaah yang memilih haji qiran juga disunnahkan melaksanakan tawaf qudum saat tiba di Mekkah. Adapun niat haji qiran dan artinya adalah sebagai berikut:

Nawaitul hajja wal umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala

Artinya: "Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah SWT."

3. Niat Haji Tamattu’

Haji tammatu menjadi salah satu jenis haji yang sering dilaksanakan jamaah dari Indonesia. Pelaksanaan ibadah ini dilakukan sesudah selesai melakukan umrah.

Jamaah haji yang memilih haji tamattu juga berkewajiban untuk membayar dam atau denda menyembelih seekor kambing. Namun, jika tidak mampu, jemaah harus menggantinya dengan berpuasa selama 10 hari.

Jenis haji tamattu lebih mudah jika dibandingkan dengan haji ifrad dan qiran. Adapun niat haji tamattu dan artinya adalah sebagai berikut:

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku berniat haji dengan berihram karana Allah ta’ala."

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya